LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Badan Kesehatan Inggris: Subvarian Delta Kemungkinan Lebih Menular

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Jumat (22/10) mengonfirmasi bahwa subvarian Delta (Delta AY.4.2) ditetapkan sebagai varian dalam penyelidikan (VUI) pada 20 Oktober 2021 dan resmi dinamai VUI-21OCT-01.

2021-10-24 08:10:00
Inggris
Advertisement

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Jumat (22/10) mengonfirmasi bahwa subvarian Delta (Delta AY.4.2) ditetapkan sebagai varian dalam penyelidikan (VUI) pada 20 Oktober 2021 dan resmi dinamai VUI-21OCT-01.

UKHSA mengatakan penetapan itu dibuat lantaran subvarian tersebut menjadi semakin sering ditemukan di Inggris dalam beberapa bulan terakhir. Ada sejumlah bukti awal bahwa mutasi itu kemungkinan memiliki tingkat perkembangan yang tinggi di Inggris ketimbang Delta. Demikian dilaporkan Antara mengutip Xinhua, Sabtu (23/10).

Hingga 20 Oktober tercatat 15.120 kasus terkonfirmasi subvarian Delta di Inggris sejak pertama kali ditemukan pada Juli. Subvarian tersebut menyumbang sekitar 6 persen dari total kasus selama sepekan terakhir. Kasus dikonfirmasi lewat pengurutan genom di sembilan kawasan Inggris.

Advertisement

UKHSA mengatakan sedang mengawasinya secara cermat, meski varian Delta versi asli "masih sangat dominan" di negara tersebut, yakni hampir 99,8 persen dari total kasus.

Meski bukti masih bermunculan, sejauh ini subvarian tersebut tampaknya tidak menyebabkan penyakit menjadi lebih parah atau membuat vaksin yang digunakan saat ini menjadi kurang ampuh.

"Virus kerap bermutasi secara acak, dan tidak disangka bahwa varian-varian baru akan terus muncul selama pandemi berlangsung, terutama saat angka kasus masih tinggi," kata CEO UKHSA Dr Jenny Harries.

Advertisement

Berdasarkan data terkini, lebih dari 86 persen orang berusia 12 ke atas di Inggris sudah mendapatkan dosis pertama vaksin dan sekitar 79 persen telah menerima dosis kedua.

Untuk kembali pada kehidupan normal, negara-negara seperti Inggris, China, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk meluncurkan vaksin COVID-19.

Baca juga:
Rusia Catat Rekor, Tembus 1.075 Kematian Sehari karena Covid-19
Kasus Covid-19 di Singapura Meledak, Epidemiolog Khawatirkan Ada Varian Baru
WHO: Covid Bunuh Antara 80.000 dan 180.000 Tenaga Kesehatan di Dunia
India Rayakan Capaian Satu Miliar Dosis Vaksin dengan Lagu, Film, dan Joget
Rusia Laporkan Kasus Varian Covid-19 yang Lebih Menular dari Delta
Israel Laporkan Kasus Virus Corona Mutasi Varian Delta
Yayasan Bill Gates Sumbang Rp1,6 Triliun untuk Beli Pil Covid Bagi Negara Miskin
Rusia Liburkan Kantor Sepekan karena Kasus Kematian Covid Melonjak

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.