Badan Intelijen AS Sebut Asal Usul Virus Corona Mungkin Tidak akan Pernah Diketahui
Badan intelijen AS menyampaikan pada Jumat, mereka mungkin tidak akan pernah bisa mengidentifikasi asal usul Covid-19, ketika mereka merilis hasil tinjauan terbaru dan lebih rinci soal teori virus corona berasal dari penularan hewan ke manusia atau bocor dari sebuah laboratorium.
Badan intelijen AS menyampaikan pada Jumat, mereka mungkin tidak akan pernah bisa mengidentifikasi asal usul Covid-19, ketika mereka merilis hasil tinjauan terbaru dan lebih rinci soal teori virus corona berasal dari penularan hewan ke manusia atau bocor dari sebuah laboratorium.
Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (ODNI) menyampaikan dalam sebuah laporan yang tidak diklasifikasikan, asal usul alamiah dan kebocoran laboratorium merupakan hipotesis masuk akal berkaitan dengan bagaimana virus tersebut menginfeksi manusia pertama kali. Tapi disebutkan, para analis atau pengamat tidak setuju soal teori mana yang lebih mungkin atau apakah penilaian definitif dapat dibuat sama sekali.
Dilansir Reuters, Minggu (31/10), laporan tersebut juga membantah dugaan virus corona berasal dari senjata biologis, mengatakan pendukung teori ini “tidak punya akses langsung ke Institut Virologi Wuhan” dan telah dituduh menyebatkan disinformasi.
Laporan yang diterbitkan pada Jumat itu merupakan pembaruan tinjauan 90 hari yang dirilis pemerintahan Presiden Joe Biden pada Agustus lalu. Pada Jumat, China menanggapi dengan mengkritik laporan tersebut.
“Langkah-langkah AS berdasarkan aparat intelijennya daripada ilmuwan untuk menelusuri asal usul Covid-19 adalah benar-benar lelucon politik,” jelas juru bicara kedutaan besar China di Washington, Liu Pengyu, dalam pernyataan yang dikirim melalui surel.
“Itu hanya akan merusak penelitian asal usul berbasis ilmiah dan menghalangi upaya global dalam menemukan sumber virus,” lanjutnya.
Mantan Presiden Donald Trump dan banyak pendukungnya menyebut Covid-19 sebagai “virus China” yang diduga mendorong pelecehan dan kekerasan yang dialami warga Asia di AS saat mengganasnya pandemi tahun lalu.
Beberapa badan mata-mata AS mendukung penjelasan bahwa asal usul virus corona itu alamiah. Tapi ada sedikit bukti menguatkan virus menyebar secara luas dan alamiah di antara hewan liar.
Laporan ODNI menyampaikan, empat badan mata-mata AS dan badan multi-lembaga memiliki "keyakinan rendah" Covid berasal dari hewan yang terinfeksi atau virus terkait.
Tetapi satu lembaga mengatakan memiliki "keyakinan moderat atau sedang" infeksi Covid manusia pertama kemungkinan besar adalah hasil dari kecelakaan laboratorium, mungkin melibatkan eksperimen atau penanganan hewan oleh Institut Virologi Wuhan.
Agen mata-mata AS meyakini mereka tidak akan dapat menghasilkan penjelasan yang lebih pasti tentang asal usul Covid-19 tanpa informasi baru yang menunjukkan virus tersebut mengambil jalur khusus dari hewan ke manusia atau laboratorium Wuhan menangani virus atau virus terkait sebelum Covid-19 muncul.
Laporan itu mengatakan badan-badan AS dan komunitas ilmiah global tidak memiliki "sampel klinis atau pemahaman lengkap tentang data epidemiologis dari kasus Covid-19 paling awal" dan mengatakan mereka dapat meninjau kembali temuan yang tidak meyakinkan ini jika muncul lebih banyak bukti.
China menghadapi kritik internasional karena gagal bekerja sama penuh dalam penyelidikan asal-usul Covid-19. Namun pernyataan kedutaan besar China di Washington membantah kritk tersebut.
"Kami telah mendukung upaya berbasis ilmiah pada penelusuran asal-usul tersebut dan akan terus terlibat secara aktif. Karena itu, kami dengan tegas menentang upaya untuk mempolitisasi masalah ini," pungkasnya.
(mdk/pan)