LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Azan pernah jadi dilema di Kairo

Sebagian masyarakat menilai persaingan tiap masjid untuk mengumandangkan azan malah mengganggu.

2012-04-27 16:02:03
suara azan
Advertisement

Pernyataan Wakil Presiden Boediono soal pengaturan suara azan pagi tadi menuai kecaman. Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Ali Mochtar Ngabalin langsung menyatakan keberatan. Demikian pula Ketua DPP PPP, Muhammad Arwani Thomafi yang menilai Boediono mengurusi hal yang bukan kewenangannya.

Kontroversi soal azan dengan pengeras suara yang dianggap menganggu, dialami pula Ibu Kota Kairo, Mesir, tujuh tahun lalu. Masjid-masjid di kota itu oleh sebagian warga dinilai terlalu sering bersaing dalam hal volume adzan menjelang waktu salat.

Warga kota terbesar di Negeri Piramida itu sempat terpecah suaranya karena rencana Menteri Agama Mesir Mahmud Hamdi Zaqzouq. Sang menteri berencana mengatur empat ribu masjid di kota itu agar menggunakan azan terpadu, seperti dilansir liputan khusus BBC, pada 29 April 2005.

Sontak rencana itu ditentang perkumpulan muazin seluruh Kairo. Pemerintah Mesir dituding menjalankan agenda Amerika Serikat. Bahkan sempat muncul tuduhan setelah azan, nantinya khotbah Jumat bakal sekalian diatur. Maklum, saat itu Presiden Husni Mubarak yang terkenal otoriter masih kuat-kuatnya berkuasa.

Menteri Zaqzuoq mengaku ide ini bukan gagasan pemerintah, melainkan keluhan dari pelbagai unsur masyarakat. "Hanya saja, saat saya minta mereka menulis keluhan resmi, warga merasa takut dituding sebagai orang kafir oleh tetangganya," ujar sang menteri.

Pernyataan Zaqzuoq itu dibenarkan salah satu warga Kairo, Muhammad Ahmad. Dia mengaku mengirim surat tanpa nama berisi keluhan tentang suara adzan di lingkungan rumahnya yang terlalu berisik kepada Kementerian Agama Mesir.

Suara adzan seringkali tidak bersamaan, karena tergantung masing-masing muadzin. Kondisi makin runyam ketika masjid yang terlambat mengumandangkan azan, maka si muazin akan memaksimalkan suara pengeras suara. Demikian setiap hari sehingga waktu salat seakan menjadi lomba azan paling keras.

Kepada BBC, Ahmad mengaku seorang muslim yang taat. "Namun, bagaimana bisa kita bahagia mendengar azan bila suaranya menyiksa telinga," ujar dia.

Rencana itu akhirnya sempat batal, tapi sejak dua tahun lalu Pemerintah Mesir memaksa setiap masjid mengadopsi aturan azan terpadu itu. Barangkali ini kemenangan Ahmad-Ahmad lain di seantero Kairo yang berharap panggilan salat bisa terdengar lebih indah alih-alih memekkakan kuping.

Meski demikian, setelah rezim Mubarak digulingkan, tidak ada keterangan apakah kebijakan ini tetap diteruskan atau tidak.(mdk/fas)

Advertisement

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.