LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Australia Beri Imbalan Rp 109.000 Perangi 2 Juta Kucing Liar

Di Queensland, dewan pemerintahan setempat menawarkan hadiah sebesar 10 dolar Australia (setara Rp 109 ribu) per ekor kucing liar yang berhasil ditangkap, sesuatu yang dinilai "sangat kejam" oleh organisasi perlindungan hewan PETA.

2019-04-27 13:36:14
Australia
Advertisement

Pemerintah Australia dikabarkan telah mendeklarasikan perang terhadap kucing liar, dan menargetkan pada 2020 untuk mengurangi sebagian besar dari total populasinya saat ini, yakni sekitar dua juta ekor. Bahkan beberapa negara bagian di sana telah melangkah lebih jauh.

Seperti contoh di Queensland, dewan pemerintahan setempat menawarkan hadiah sebesar 10 dolar Australia (setara Rp 109 ribu) per ekor kucing liar yang berhasil ditangkap, sesuatu yang dinilai 'sangat kejam' oleh organisasi perlindungan hewan PETA.

Menurut sejarah, kucing pertama kali tiba di Australia pada Abad ke-17. Sejak itu, jumlah hewan ini semakin bertambah, dan kini populasinya diperkirakan mencapai 99,8 persen dari total seluruh Kucing pertama diperkirakan telah tiba di Australia di beberapa titik di abad ke-17. Sejak itu, jumlah mereka meningkat dan tersebar di hampir 99,8 persen wilayah Negeri Kanguru.

Advertisement

Meskipun kucing liar termasuk spesies yang sama dengan kucing rumahan, namun hewan ini hidup di alam liar, di mana mereka dipaksa berburu untuk bertahan hidup.

"Sejak pertama kali diperkenalkan oleh pemukim Eropa, kucing liar telah membantu mengusir sekitar 20 spesies mamalia hingga punah," ujar Gregory Andrews, komisaris nasional spesies terancam kepada Sydney Morning Herald dikutip CNN, Sabtu (27/4).

Menurut Andrews, itu menjadikan kucing liar sebagai satu-satunya ancaman terbesar bagi spesies asli Australia.

Advertisement

Dan itu penting di Australia, negara benua yang terputus dari seluruh dunia selama ribuan tahun. Saat ini, sekitar 80 persen mamalia lokal dan 45 persen unggasnya adalah endemik, alias tidak ditemukan di alam liar lainnya di Bumi.

Untuk kucing, spesies endemik adalah mangsa yang mudah ditangkap. Kucing diyakini membunuh lebih dari 1 juta burung asli, dan 1,7 juta reptil di seluruh Australia setiap harinya, kata juru bicara Departemen Lingkungan dan Energi Australia, mengutip penelitian ilmiah.

Beberapa spesies endemik yang terancam oleh eksistensi kucing liar adalah kelinci ekor sikat (kini terancam punah), dan beberapa hewan pengerat. "Kami tidak memusnahkan kucing karena kami membenci kucing," kata Andrews. "Kami harus membuat pilihan untuk menyelamatkan hewan yang kita cintai, dan yang mendefinisikan Australia."

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Dikira Mainan, Buaya di Pantai Timur Pangandaran Bikin Resah Warga
Diduga Terjerat Jala Nelayan, Bayi Pesut Ditemukan Mati Dengan Mulut Berbusa
Warga Malang Ditangkap Saat Kirim Dua Ekor Kakatua Moluccan ke Pembeli
Dipancing Usus Ayam, Buaya Resahkan Petani di Samarinda Ditangkap
Dua Buaya Muncul ke Permukaan Bikin Geger Petani Sayur di Samarinda
Harimau Sumatera Terkam Kaki Sapi Hingga Koyak

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.