LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

ASEAN bersatu hadapi China soal konflik Laut China Selatan

"Demi stabilitas kawasan, para pengklaim harus menghentikan reklamasi, pembangunan dan militerisasi," kata Obama.

2015-11-22 07:37:00
Konflik Laut China Selatan
Advertisement

Konflik Laut China Selatan belum dapat diselesaikan hingga saat ini. Negara yang mengakui Laut China Selatan kerapkali bersitegang guna ingin menguasai Laut China Selatan.

Sementara dalam KTT ASEAN yang digelar di Malaysia menyinggung Laut China Selatan. Bahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan negara mana saja harus menghentikan membangun pulau buatan dan memiliterisasi klaimnya di Laut Tiongkok Selatan.

"Demi stabilitas kawasan, para pengklaim harus menghentikan reklamasi, pembangunan dan militerisasi di wilayah-wilayah disengketakan (di Laut China Selatan)," kata Obama pada pertemuan AS dan 10 negara ASEAN.

Sementara negara-negara ASEAN bersatu menanggapi konflik Laut China Selatan.

Berikut ASEAN bersatu hadapi China soal Laut China Selatan:

PM Najib minta Laut China Selatan diselesaikan secara damai

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak minta perselisihan Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai. Bahkan semua pihak bisa mengendalikan diri terhadap konflik Laut China Selatan.

"Kita memberi penekanan terhadap pentingnya menyelesaikan sengketa secara damai, sesuai dengan hukum internasional, termasuk UNCLOS (Konvensi PBB Tentang Hukum Laut)," kata Najib dalam KTT ASEAN seperti dikutip themalaysianinsider.com, Sabtu (21/11).

Najib juga meminta semua negara ASEAN memelihara perdamaian, keamanan dan stabilitas di Laut China Selatan. Konflik Laut Cina Selatan perebutan negara yaitu Cina, Vietnam, Filipina, Malaysia, Taiwan dan Brunei.

Sementara China sedang membangun pangkalan militer yang sudah mencapai kemajuan di wilayah sengketa tersebut.

Dalam perkembangan lain, Najib juga ingin negara-negara Asia Tenggara untuk bekerjasama dalam menemukan solusi menyelesaikan berbagai masalah.

Advertisement

PM Aquino minta negara ASEAN tak mengklaim Laut China Selatan

Presiden Filipina Benigno Aquino III menyerukan negara ASEAN untuk tidak membiarkan China menggunakan kekerasan dalam konflik Laut China Selatan. Sebab, penyelesaian Laut China Selatan harus secara hukum internasional.

Aquino yang menghadiri KTT ASEAN di Malaysia juga meminta negara Asean tidak terpengaruh ketegangan terhadap China yang sedang membangun pangkalan militer di sekitar Laut China Selatan.

"Sebagai negara ASEAN dari negara manapun tidak boleh mengklaim Laut China Selatan bagian miliknya dan menggunakan ancaman kekuatan militer untuk mengklaimnya," kata Aquino seperti dikutip inquirer.net, Sabtu (21/11).

"Kami(ASEAN) membutuhkan stabilitas di kawasan Laut China Selatan," tambahnya.

Advertisement

Jokowi berharap ASEAN ciptakan stabilitas di Laut China Selatan

Dalam pidato di KTT ASEAN, Presiden Joko Widodo menyentil China mengenai Laut China Selatan. Jokowi mengatakan China merupakan mitra penting ASEAN dan sudah seharusnya bekerja sama untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut.

"China merupakan mitra penting ASEAN. Kerja sama ASEAN-China akan memasuki seperempat abad tahun depan. ASEAN dan China harusnya mampu menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan, dalam hal ini Laut China Selatan," ucap Jokowi di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (21/11).

Jokowi menambahkan ketegangan di Laut China Selatan harus dikurangi dan kegiatan-kegiatan yang dapat menciptakan ketegangan harus dihentikan. Menurut orang nomor satu di Indonesia ini, negara-negara di sekitar kawasan Laut China Selatan sebaiknya mengedepankan semangat kerja sama.

"Saya percaya dan yakin, tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan ketidakstabilan di Laut China Selatan," kata Presiden Jokowi.

Untuk itu Presiden Jokowi berharap, setiap negara yang terlibat dalam masalah Laut China Selatan hendaknya menghormati hukum internasional yang berlaku. Negosiasi Code of Conduct harus dipercepat. Selain itu, Declaration of Conduct harus diimplementasikan secara utuh dan efektif.

Presiden jokowi juga menyerukan ASEAN dan China harus mampu membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan. Hal ini mengingat potensi ekonomi ASEAN dan China sangat besar.

"Kita telah memiliki target perdagangan dua arah sebesar USD 1 triliun pada tahun 2020. Selain itu, investasi ditargetkan mencapai USD 150 miliar," paparnya.

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.