LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

AS Tuduh China Manfaatkan Kematian George Floyd untuk Bahan Propaganda Partai Komunis

Beijing geram oleh kritik dari sejumlah negara Barat, terutama Washington, atas penanganan protes pro-demokrasi yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.

2020-06-08 14:14:53
George Floyd
Advertisement

Amerika Serikat (AS) akhi pekan lalu menuding China memanfaatkan kerusuhan yang dipicu kematian George Floyd dalam penangkapan polisi untuk menjustifikasi bantahan terkait persoalan HAM di China.

"Seperti halnya kediktatoran sepanjang sejarah, tidak ada kebohongan yang terlalu kotor, asalkan demi nafsu partai untuk berkuasa," ujar Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan, merujuk pada Partai Komunis China.

"Propaganda konyol ini seharusnya tidak membodohi siapa pun," lanjutnya, dikutip dari The Straits Times, Senin (8/6).

Advertisement

China berulang kali mengkritik AS terkait kasus Floyd seperti yang disebut Pompeo.

Beijing geram oleh kritik dari sejumlah negara Barat, terutama Washington, atas penanganan protes pro-demokrasi yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.

Ketika kerusuhan meletus di seluruh AS karena ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi setelah Floyd, juru bicara pemerintah China dan media resmi melancarkan kritik terhadap pihak berwenang AS.

Advertisement

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada 1 Juni mengomentari demo anti-rasisme di AS, menuding AS munafik dan menyebut rasisme merupakan penyakit kronis masyarakat Amerika

Zhao juga mengatakan, tindakan polisi yang menyebabkan Floyd meninggal dunia adalah
"contoh buku teks dari standar ganda yang terkenal di dunia."

"Mengapa AS mementingkan apa yang disebut kemerdekaan Hong Kong dan unsur-unsur kekerasan sebagai pahlawan dan aktivis, sambil menyebut orang-orang yang memprotes rasisme 'perusuh'?" kata Zhao.

Dalam pernyataannya pada Sabtu, Pompeo mengatakan Beijing dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan "penghinaan terus-menerus untuk kebenaran dan cemoohan terhadap hukum."

"Upaya propaganda CCP (Partai Komunis China) - yang berusaha untuk mengacaukan tindakan AS setelah kematian George Floyd dengan pengabaian CCP terhadap hak asasi manusia dan kebebasan - harus dilihat bahwa yang curang itu mereka," kata Pompeo.

Pernyataannya terlontar saat hubungan AS-China berada pada titik terendah, setelah Presiden AS, Donald Trump dengan keras mengkritik Beijing karena penanganannya terhadap pandemi virus corona.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.