AS tuding China mata-matai industri penerbangan
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) menuduh seorang mata-mata untuk Kementerian Keamanan China berupaya mencuri rahasia dagang perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan Negeri Paman Sam.
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) menuduh seorang mata-mata untuk Kementerian Keamanan China berupaya mencuri rahasia dagang perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan Negeri Paman Sam.
Yanjun Xu, seorang Wakil Direktur Divisi untuk Kementerian Keamanan Nasional China, Jiangsu, dituduh menargetkan beberapa perusahaan pesawat, termasuk GE Aviation, anak perusahaan General Electric Co, tulis Kementerian Kehakiman AS dalam sebuah pernyataan.
Dokumen pengadilan mencatat bagaimana Xu, dan operasi intelijen lainnya, berencana untuk mendapatkan "informasi yang sangat sensitif" dari para ahli, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (11/10).
Dalam surat dakwaannya, Xu telah dipantau sejak 2013 hingga penangkapannya pada April. Ia diketahui merekrut karyawan dari perusahaan-perusahaan kedirgantaraan utama, dan meyakinkan mereka untuk melakukan perjalanan ke China dengan dalih memberikan presentasi di universitas setempat.
"Dakwaan ini menuduh seorang perwira intelijen China, berusaha mencuri rahasia dagang dan informasi sensitif lainnya dari perusahaan Amerika yang memimpin jalan di luar angkasa," kata John Demers, asisten jaksa agung AS untuk keamanan nasional.
Dakwaan itu muncul ketika Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap China atas kebijakan perdagangannya.
Pekan lalu, Wakil Presiden AS Mike Pence menggambarkan China sebagai saingan AS di semua lini, mengulang tuduhan Presiden Donald Trump bahwa Beijing telah berusaha ikut campur dalam ujian pemilu paruh waktu mendatang.
"Kasus ini bukan insiden yang terisolasi. Ini adalah bagian dari kebijakan ekonomi keseluruhan mengembangkan China dengan biaya Amerika," kata asisten jaksa Demers.
"Kami tidak bisa menoleransi bangsa yang mencuri senjata hasil dari kekuatan otak kita. Kami tidak akan menoleransi bangsa yang menuai apa yang tidak ditabur," tegas Demers.
Reporter: Happy Ferdian Syahn Utomo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Maduro sebut pemerintahan AS beri perintah kepada Kolombia untuk membunuhnya
Trump sesalkan hilangnya Jamal Khashoggi, namun tetap ingin kerja sama dengan Saudi
Hubungan Saudi-AS terancam lantaran kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi
Badai Michael disebut bencana terburuk dalam 100 tahun
Intel AS sebut Pangeran Salman perintahkan penangkapan jurnalis Khashoggi
Ini alasan mengapa bantuan AS untuk korban gempa Palu disebut sangat kecil