LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

AS salah serang tentara Suriah, Rusia ngamuk

Rusia menganggap AS membela ISIS karena insiden salah sasaran ini.

2016-09-18 14:10:00
Konflik Suriah
Advertisement

Maksud hati ingin membombardir para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), serangan udara sekutu yang dipimpin Amerika Serikat malah menyasar Angkatan Bersenjata Suriah. Akibatnya, sedikitnya 62 orang tentara Suriah di dekat Bandar Udara Deir Ezzor, tewas.

Al Arabiya, Minggu (18/9) melaporkan Rusia marah atas insiden ini. Pejabat tinggi militer Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov menyebutkan dua pesawat F16 dan dua A-10 meluncurkan empat serangan. Namun, karena salah sasaran, serangan langsung dihentikan.

Pernyataan Pusat Komando AS menyebutkan, pasukan koalisi sebetulnya ditujukan pada militan ISIS dan mereka sudah memberitahu Rusia sebelum melakukan serangan.

Advertisement

"Serangan pasukan koalisi segera dihentikan saat pejabat Rusia mengatakan serangan tersebut malah menargetkan pasukan dan kendaraan militer Suriah," seperti dikutip dari pernyataan pusat komando AS.

Sementara itu, Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di London mengungkapkan, korban tewas serangan tersebut mencapai 83 orang dan 120 lainnya terluka.

Serangan fatal ini terjadi kala kesepakatan gencatan senjata antara pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak terjadi. Namun, gencatan itu memang tidak mencakup kelompok militan ISIS atau yang lainnya.

Advertisement

Meski sudah mengakui salah sasaran, insiden ini malah berbuntut panjang. Rusia meminta Dewan Keamanan PBB melakukan rapat darurat.

"Kira sedang mencapai sebuah kesimpulan mengerikan, bahwa Amerika Serikat membela ISIS. Tidak ada keraguan mengenai hal itu," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Zakharova menyebutkan serangan fatal tersebut mengancam keberlangsungan gencatan senjata di Suriah yang ditengahi Rusia.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.