LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

AS Peringatkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Dalam pidato pada Kamis 24 Januari, Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, menuduh pihak oposisi yang dipimpin Juan Guaido berupaya melakukan kudeta terhadap Maduro.

2019-01-25 22:04:00
Nicolas Maduro
Advertisement

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mendesak warganya untuk "sangat mempertimbangkan" segera meninggalkan Venezuela, dan tidak mengunjunginya, karena ada peringatan perang saudara oleh kepala angkatan bersenjata negara itu terkait rencana mengkudeta Presiden Nicolas Maduro yang didukung oleh Washington.

Dalam pidato pada Kamis 24 Januari, Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, menuduh pihak oposisi yang dipimpin Juan Guaido berupaya melakukan kudeta terhadap Maduro.

"Kami di sini untuk menghindari, dengan cara apa pun konflik antar Venezuela. Bukan perang saudara yang akan menyelesaikan masalah Venezuela, tetapi dialog," kata Padrino, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Jumat (25/1).

Advertisement

"Kami anggota angkatan bersenjata tahu betul konsekuensi (perang), hanya dari melihat sejarah kemanusiaan satu abad terakhir, ketika jutaan manusia kehilangan nyawa mereka," tambah Padrino, yang diamini oleh para petinggi angkatan bersenjata Venezuela.

Sementara itu, Maduro mendapat dukungan internasional pertama dari Rusia, ketika Vladimir Putin menghubunginya via telepon, belum lama ini. Pemimpin Negeri Beruang Merah itu, sebagaimana disiarkan oleh Kremlin, berpendapat bahwa krisis yang terjadi di Venezuela "diprovokasi dari luar negeri".

Menanggapi pendapat Putin, Maduro berbicara di Mahkamah Sgung di Caracas pada Kamis sore, dia telah memberi tahu Putin "sebuah provokasi besar sedang berlangsung di Venezuela, diarahkan langsung oleh pemerintah AS".

Advertisement

"Saya percaya dunia tidak meragukannya lagi, bahwa Donald Trump ingin memaksakan de facto, pemerintahan inkonstitusional dan melakukan kudeta di Venezuela terhadap rakyat dan melawan demokrasi ... Mereka ingin memecah-belah republik ini," tegas Maduro.

"Apakah kita menginginkan kudeta di Venezuela? Akankah kita melegitimasi pemerintahan boneka yang digerakkan dari luar negeri? Apakah kita akan membiarkan konstitusi kita dilanggar? Tidak!" lanjutnya berapi-api.

AS Tingkatkan Tekanan pada Venezuela

Di lain pihak, Donald Trump telah memperingatkan bahwa "semua opsi ada di atas meja" terkait respons AS jika pemerintah Maduro berusaha mempertahankan kekuasaan secara paksa.

Penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, menolak untuk mengesampingkan tindakan militer pada hari Kamis, tetapi mengatakan penekanan langsung akan terjadi melalui langkah-langkah ekonomi.

"Apa yang kami fokuskan saat ini adalah memutuskan rezim Maduro yang tidak sah dari sumber pendapatannya," kata Bolton kepada wartawan.

"Kami berpikir konsisten dengan pengakuan kami terhadap Juan Guaido sebagai presiden sementara konstitusional Venezuela, bahwa pendapatan tersebut harus diberikan kepada pemerintah yang sah. Ini sangat rumit. Kami sedang melihat banyak hal berbeda yang harus kami lakukan, tetapi itu masih dalam proses," lanjutnya.

Uni Eropa telah menyerukan pemilu ulang di Venezuela, tetapi sebagian besar negara anggota belum mengikuti Washington mengakui Guaido, kepala majelis nasional yang dipimpin oposisi.

Namun Inggris, mematahkan pendapat umum Eropa pada hari Kamis, dan setuju memihak AS.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jejak Keterlibatan AS dalam Pergantian Rezim di Amerika Latin
Rusia: Skenario Militer di Venezuela akan Jadi Bencana
Usai Putuskan Hubungan Diplomatik, Maduro Tutup Kedubes Venezuela di AS
Krisis Venezuela Belum Berakhir, Perang Dukungan Oposisi Melawan Maduro
Suasana Mencekam Saat Aksi Protes Presiden Venezuela Kembali Pecah
Mengenal Juan Guaido, Presiden Sementara Venezuela yang Diakui Trump

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.