LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

AS kurangi 40 ribu tentara demi hemat anggaran

Oposisi Obama khawatir, karena negara itu masih berperang di banyak tempat. AS akan andalkan drone dan jet

2015-07-08 16:15:17
Amerika Serikat
Advertisement

Dengan status negara paling banyak membuka front pertempuran di dunia saat ini, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan mengejutkan. Negeri Adi Daya itu bersiap memangkas 40 ribu tentara dari matra Angkatan Darat secara bertahap hingga 2017. Selain para kombatan, 17 ribu staf sipil turut diberhentikan.

Pengurangan ini dilakukan pemerintah AS untuk menghemat anggaran belanja pertahanan. Majalah TIME melaporkan, Rabu (8/7), dua tahun mendatang total personil militer AS 'hanya' sebesar 450 ribu orang, paling rendah sejak 1940.

"Pemerintahan ini tidak berencana meningkatkan kehadiran personil darat di beberapa wilayah konflik," kata Presiden Barack Obama dua hari lalu saat berpidato di Pentagon.

Advertisement

Untuk menghadapi militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) yang mengancam geopolitik Timur Tengah, AS lebih mengadalkan serangan udara. Pengurangan ini cukup signifikan, mengingat saat menggelar Perang Irak, tentara AS mencapai 570 ribu personil.

Menyusutnya jumlah personil militer AS dikhawatirkan politikus berhaluan konservatif. Senator Partai Republik Dan Sullivan menuding Obama bersikap lembek ketika negara dalam keadaan berperang. Sementara Rusia, China, dan ISIS terus menambah kekuatan.

"Orang yang paling senang mendengar kabar AS mengurangi tentara adalah Vladimir Putin," kata Sullivan.

Advertisement

Berkurangnya jumlah personil militer AS diramalkan membuat sekutu yang sedang berperang, misalnya warga Kurdi di Irak, ikut kelimpungan. Di Irak, tinggal 3.500 tentara AS yang masih bertahan.

Kendati begitu, Obama berkukuh mengandalkan jet tempur ataupun serangan drone lebih efektif dan menghemat biaya.

Pemerintah Negeri Paman Sam mengatakan operasi udara menyerbu markas ISIS membutuhkan dana USD 9,2 juta (setara Rp 122 miliar) per hari. Nyaris setahun terakhir, AS telah menggelar lebih dari 5 ribu serangan udara, yang diklaim Obama sukses menewaskan ribuan militan, termasuk para petinggi ISIS. Total biaya yang digelontorkan AS buat menghadapi ISIS setahun terakhir mencapai USD 2,91 miliar.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.