AS janjikan senjata baru buat Ukraina, Rusia tak tinggal diam
Pemerintah AS berjanji bakal memasok sejumlah persenjataan canggih buat militer Ukraina. Salah satunya adalah sistem roket anti-tank Javelin.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bakal menambah pasokan persenjataan bagi Ukraina, buat menghadapi pemberontak di sebelah timur negara itu. Namun, rencana itu justru memantik perseteruan dengan Rusia, yang disebut membantu kelompok pemberontak.
Dilansir dari laman Associated Press, Sabtu (23/12), keputusan itu disampaikan pemerintah Amerika Serikat pada Jumat kemarin. Hal ini berarti menjadikan Negeri Abang Sam terlibat lebih dalam pada pusaran konflik di Ukraina.
Pemerintah AS berjanji bakal memasok sejumlah persenjataan canggih buat militer Ukraina. Salah satunya adalah sistem roket anti-tank Javelin. Angkatan bersenjata Ukraina sudah menantikan bisa mendapatkan senjata itu, buat melawan pemberontak yang dilengkapi tank buatan Rusia. Sebelumnya AS juga sudah memasok senjata dan pelatihan kepada militer Ukraina, termasuk membolehkan perusahaan swasta menjual senapan dan pistol.
AS selama ini menuding Rusia menyokong kelompok pemberontak dengan persenjataan dan pelatihan, serta turut menerjunkan pasukan. Sedangkan Ukraina menuduh Negeri Beruang Merah mengirim tank buat pemberontak.
Sikap AS buat terlibat lebih jauh dalam konflik di Ukraina sekaligus memperlihatkan bagaimana posisi Presiden Donald Trump menghadapi Rusia.
Sikap AS ternyata membikin Rusia bereaksi. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Grigory Karasin, berdalih rencana AS menambah pasokan senjata kepada militer Ukraina bakal membahayakan proses perundingan damai di negara itu.
Kesepakatan damai ditengahi oleh Prancis dan Jerman dua tahun lalu berhasil menekan tingkat pertikaian di kawasan timur Ukraina. Namun, pertempuran hingga saat ini tetap terjadi dan perundingan lanjutan mandek.
Konflik meletup sejak April 2014 itu sudah merenggut sepuluh ribu nyawa.
(mdk/ary)