LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

AS, Inggris jual senjata ke Saudi, krisis Timur Tengah kian parah

AS bulan lalu menyetujui penjualan senjata militer ke Saudi senilai senilai USD 1,15 miliar.

2016-09-07 07:07:00
Arab Saudi
Advertisement

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat awal bulan lalu setuju menjual lebih dari 130 tank Abram, 20 kendaraan tempur dan peralatan perang lainnya senilai USD 1,15 miliar kepada Arab Saudi.

Badan Kerja Sama Keamanan Kementerian Pertahanan AS mengabarkan hal itu kepada parlemen AS. Menurut badan itu, penjualan senjata itu akan meningkatkan keamanan bagi sekutu AS di Timur Tengah.

"Penjualan ini akan meningkatkan kemampuan militer Kerajaan Saudi dan membuktikan komitmen AS bagi keamanan Saudi serta memodernisasi peralatan militer," kata pernyataan badan keamanan AS itu dalam situs resminya, seperti dilansir stasiun televisi Press TV, bulan lalu.

Pentagon menuturkan, tahun ini AS membidik penjualan senjata senilai lebih dari USD 40 miliar.

Meningkatnya peluang penjualan senjata dari AS ke Saudi dan negara sekutu di Timur Tengah disebabkan agresi militer Saudi ke Yaman sejak Maret tahun lalu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi manusia menyatakan agresi militer itu sebagai kejahatan perang Saudi terhadap Yaman.

Lembaga Amnesty International dan Human Right Watch mengecam pemerintah AS dan Inggris yang selama ini memasok senjata bagi Saudi dan koalisinya dalam agresi militer di Yaman. Belum lagi pada konflik di Suriah, AS dan Saudi juga mempersenjatai kelompok oposisi dan pemberontak yang ingin menggulingkan rezim Basyar al-Assad.

Warga Yaman mengatakan serangan udara dari Saudi dan pasukan koalisi menargetkan rakyat sipil.

Laporan dari PBB yang bocor ke koran the Guardian Januari lalu juga menyatakan serangan udara Saudi di Yaman secara sistematis dan tersebar memang menyasar warga sipil Yaman.

Sedikitnya Saudi sudah melancarkan 119 kali serangan udara ke Yaman dan semua serangan itu melanggar hukum internasional, termasuk menyasar fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, sekolah, pesta pernikahan, dan tempat penampungan pengungsi.

Baca juga:
Putin yakin bakal ada kesepakatan gencatan senjata di Suriah
Dubes Rusia: Peran media sangat penting dalam perdamaian dunia
Aksi jihadis cantik dukung gerakan Houthi di Yaman
Kesepakatan penyelesaian krisis Suriah antara AS-Rusia gagal
Nasib malang bocah Yaman tewas digempur jet Arab Saudi
Potret suram Najran, 'kota mati' di perbatasan Arab Saudi-Yaman

Advertisement
(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.