LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

AS berencana bekukan dana bantuan bagi White Helmets

Bulan lalu, Gedung Putih menginstruksikan Departemen Negara untuk membekukan lebih dari USD 200 juta dana yang diperuntukkan bagi 'upaya pemulihan'. Pernyataan ini dilontarkan sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan segera keluar dari Suriah.

2018-05-06 09:00:00
Suriah
Advertisement

White Helmets mengaku tidak terganggu dengan adanya kabar bahwa Amerika Serikat akan membekukan bantuan keuangan bagi kelompok relawan kemanusian itu.

"Pekerjaan kami tidak terganggu. (Kami) tidak menerima dana langsung dari AS atau negara lain. White Helmets menerima dana dari organisasi dan asosiasi," ujar Kepala Relawan Kelompok Kemanusiaan, Raed Saleh, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (5/5).

Ia menyatakan bahwa akan tetap menjalankan misi kemanusian karena masih banyak para sukarelawan yang aktif di lapangan.

Advertisement

Pada Kamis lalu, CBS melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri AS, yang dikatakan menyediakan sekitar sepertiga dari pendanaan White Helmets, telah memasukkan anggaran organisasi itu 'di bawah peninjauan aktif'.

Sebuah dokumen departemen negara bagian internal biro urusan Timur Tengah dilaporkan masih menunggu keputusan Trump, untuk memberi lampu hijau bagi pendanaan White Helmets.

Bulan lalu, Gedung Putih menginstruksikan Departemen Negara untuk membekukan lebih dari USD 200 juta dana yang diperuntukkan bagi 'upaya pemulihan'. Pernyataan ini dilontarkan sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan segera keluar dari Suriah.

Advertisement

Menurut situs web resmi mereka, White Helmets secara langsung didanai oleh Mayday Rescue, sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, dan Chemonics, kontraktor pemerintah AS yang juga bekerja di Rwanda, Honduras dan Maladewa dan berspesialisasi dalam pengembangan dan manajemen internasional.

"White Helmets baru-baru ini menandatangani kontrak dengan organisasi Turki dan Qatar untuk melaksanakan proyek-proyek baru," ujar Saleh.

Sedangkan seorang anggota White Helmets di Aleppo, mengaku khawatir dengan adanya masalah pendanaan. Karena dapat mempengaruhi kinerja dari kelompok kemanusiaan tersebut.

"Ini bisa menjadi masalah besar bagi kami, operasi kami dalam menyelamatkan orang dan (menjaga) kendaraan kami, peralatan," kata Ismael al-Abdullah, seorang pekerja penyelamat yang berbasis di pedesaan Aleppo.

"Tapi semua relawan akan terus bekerja dan menyelamatkan orang-orang di seluruh Suriah".

White Helmets mulai terkenal setelah menyelamatkan warga dari reruntuhan bangunan akibat serangan yang dilakukan Pemerintah Suriah dan pesawat tempur Rusia pada 2012.

Baca juga:
Minta dukungan AS, Israel sedang persiapkan perang lawan Iran
Serangan rudal hantam pangkalan militer Suriah, puluhan tentara Iran diduga tewas
Sosok Yusra, pengungsi cantik Suriah yang jadi perenang Olimpiade
Tak ditemukan gudang senjata kimia Suriah seperti tuduhan AS
Temukan kuburan massal, petugas angkat puluhan mayat korban ISIS
4 Tragedi bom hantam pesta pernikahan, korbannya anak-anak
Iran siap bantu pembangunan Suriah usai perang

(mdk/frh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.