Arnold Schwarzenegger Sebut Rakyat Rusia Dibohongi Pemimpinnya
Dalam video sepanjang sembilan menit di Twitter itu Schwarzenegger menuturkan, Kremlin sengaja berbohong kepada rakyat Rusia dengan mengatakan operasi militer saat ini adalah bertujuan untuk "de-nazifikasi" Ukraina.
Mantan Gubernur California, Amerika Serikat, sekaligus aktor Hollywood Arnold Schwarzenegger mengatakan kepada orang Rusia, mereka selama ini dicekoki informasi bohong tentang serangan ke Ukraina dan dia meminta Presiden Rusia Vladimir Putin menghentikan serangan.
Dalam video sepanjang sembilan menit di Twitter itu Schwarzenegger menuturkan, Kremlin sengaja berbohong kepada rakyat Rusia dengan mengatakan operasi militer saat ini adalah bertujuan untuk "de-nazifikasi" atau menyingkirkan orang-orang Nazi di Ukraina.
"Ukraina tidak memulai perang ini, begitu juga orang nasionalis dan Nazi," kata dia seraya menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky adalah Yahudi. "Ini bukan perangnya rakyat Rusia."
Dilansir dari laman Reuters, Jumat (18/3), Schwarzenegger menyerukan kepada orang Rusia untuk menyebarkan kata "bencana umat manusia" dan kepada para demonstran Rusia dia mengatakan, dunia sedang mengawasi apa yang terjadi.
"Dunia melihat keberanian kalian. Kami tahu kalian mengalami konsekuensi atas keberanian itu. Kalian pahlawan saya."
Pria 74 tahun anggota PArtai Republik itu menambahkan, ribuan tentara Rusia tewas sementara pemimpin mereka berbohong kepada mereka.
"Hidup kalian, tubuh kalian, masa depan kalian dikorbankan untuk perang yang keji ini," kata dia kepada tentara Rusia. Schwarzenegger mengatakan ayahnya juga punya pengalaman yang sama sebagai tentara Austria ketika Perang Dunia Kedua.
Baca juga:
Putin Telepon Erdogan, Beberkan Empat Syarat Damai dengan Ukraina
Wali Kota Ukraina Dibebaskan dengan Ditukar Sembilan Tentara Rusia
"Kehilangan Selalu Menjadi Tragedi Tapi Kami Bangga Dia Mati karena Membela Negara"
Pejabat AS: Rusia Kehilangan Sekitar 7.000 Tentara di Ukraina
Sudah 4 Jenderal Rusia Gugur di Medan Perang Ukraina, Siapa Saja Mereka?
Karyawan Televisi Pemerintah Rusia Ramai-Ramai Mengundurkan Diri