Arab Saudi Hanya Izinkan 60.000 Jemaah Haji di 2021
Sejak pandemi Covid-19, ini akan menjadi pertama kalinya Arab Saudi memutuskan hanya mengizinkan 60.000 jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji.
Sejak pandemi Covid-19, ini akan menjadi pertama kalinya Arab Saudi memutuskan hanya mengizinkan 60.000 jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji. Hal ini disampaikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikutip Haramain Info di akun Twitternya.
Kementerian Arab Saudi menyampaikan, mereka mengizinkan jemaah haji dari luar negeri dalam skala yang lebih kecil dibandingkan dengan keadaan sebelum pandemi. Tahun lalu, negara kerajaan tersebut hanya mengizinkan jemaah dari dalam Saudi untuk melaksanakan ibadah haji.
Dikutip dari laman Siasat Daily, kuota haji dari berbagai negara tahun ini sebanyak 45.000 orang dan 15.000 orang dari dalam negara kerajaan.
Arab Saudi juga telah mencabut larangan penerbangan internasional per 17 Mei lalu. Puncak ibadah haji dijadwalkan pada 17 Juli sampai 22 Juli mendatang.
Salah satu syarat bagi jemaah haji tahun ini adalah harus telah menerima vaksin Covid-19 dua dosis disertai kartu tanda vaksinasi yang dikeluarkan pemerintah negara asal jemaah. Vaksin yang digunakan juga harus sesuai daftar vaksin yang disetujui pemerintah Arab Saudi.
Selain itu, jemaah tidak boleh dirawat di rumah sakit enam bulan sebelumnya dan disertai bukti.
Setelah tiba di Arab Saudi, jemaah calon haji dari negara lain harus mengikuti karantina selama tiga hari.
Baca juga:
Kemenlu Diminta Lobi Arab Saudi Longgarkan Jenis Vaksin untuk Calon Jemaah Haji
Menag Optimistis Tahun Ini Indonesia Dapat Kuota Haji dari Arab Saudi
Kemenag Tunggu Pengumuman Resmi Soal Saudi Izinkan Jemaah Haji dari Luar
80 Persen Calon Jemaah Haji Aceh sudah Divaksinasi, Keberangkatan Belum Jelas
Jemaah Indonesia Belum Boleh Haji dan Umroh Kecuali Divaksin AstraZeneca
Pemuda Keturunan Indonesia Sukses Kerja di Masjidil Haram, Segini Gaji yang Diperoleh