Aparat Venezuela tahan 400 orang yang menjarah karena lapar
Beberapa orang dilaporkan tewas tertembak peluru polisi selepas rusuh di dua provinsi
Militer Venezuela menyerbu kota Cumana, Provinsi Sucre. Lebih dari 400 orang ditahan usai aksi kekerasan di jalan dan penjarahan makanan.
Beberapa orang dilaporkan ditembak mati di Sucre maupun Merida. Sedangkan lebih 20 lokasi usaha digeledah selama kerusuhan yang terjadi dua hari lalu.
Pemerintah setempat mengklaim terpaksa menggunakan kekerasan, karena ratusan orang melakukan "vandalisme" yang diprovokasi oleh faksi sayap kanan dalam oposisi negara.
'Media setempat mengatakan tiga orang dilaporkan terbunuh, kendati demikian otoritas lokal menolak klaim tersebut," seperti dilaporkan Stasiun Televisi Aljazeera, Kamis (16/6).
Menurut otoritas sendiri, kematian yang disebutkan tidak berkaitan dengan insiden aksi penjarahan.
"Terdapat 400 orang ditahan dan kematian yang tidak terhubung dengan penjarahan, saya tidak bila ada pihak yang membayar mereka, ini sudah direncanakan," kata Gubernur Setempat, Luis Acuna kepada stasiun TV lokal, mengacu pada kelompok oposisi dibalik aksi ini.
Terdengar teriakan "Kami ingin makanan!" dari aksi ini, pendemo dan sejumlah perkelahian di toko-toko terjadi menyebar di penjuru Venezuela di minggu-minggu terakhir.
Krisis ekonomi yang melanda negara Amerika Latin ini membuat warga kekurangan bahan makanan, harga-harga melonjak, timbul kerusuhan, penjarahan, dan kasus main hakim sendiri. Presiden Venezuela Nicolas Maduro Jumat malam mengumumkan dekrit yang menyatakan negara dalam keadaan darurat.
Maduro menuding dalang di balik semua ini adalah Amerika Serikat. Dalam siaran televisi ketika dia mengumumkan dekrit itu Maduro mengatakan kepada para pendukungnya di Ibu Kota Caracas, AS mencoba melumpuhkan Venezuela ke tangan fasis.
(mdk/ard)