Angkatan Laut Libya temukan 11 mayat tanpa identitas di perairan terbuka
Sejak runtuhnya otoritas pusat di Libya pada tahun 2011, pantai barat laut negara itu telah menjadi pusat migrasi ilegal ke Italia dan negara-negara Eropa lainnya.
Pasukan angkatan laut Libya mengumumkan menemukan 11 mayat imigran tanpa dokumen terapung lima mil di lepas pantai kota Sabrata barat laut, pada Minggu pagi waktu setempat.
Di waktu yang sama, pasukan angkatan laut yang berafiliasi dengan pemerintah konsensus nasional juga menemukan 83 imigran yang diselamatkan dari perahu plastik. Mereka yang selamat kemudian diserahkan kepada agen imigrasi anti-ilegal Libya di distrik Zawiya barat laut.
Imigran yang selamat itu berasal dari sejumlah negara-negara di Afrika yang berbeda, dikutip dari Anadolu Agency, Senin (23/4).
Sejak runtuhnya otoritas pusat di Libya pada tahun 2011, pantai barat laut negara itu telah menjadi pusat migrasi ilegal ke Italia dan negara-negara Eropa lainnya.
Libya merupakan titik transit utama bagi para imigran Afrika yang mencari akses ke Eropa.
Baca juga:
Kesaksian WNI saat disandera kelompok militan di Libya
Faktor politik-ekonomi jadi alasan kelompok militan sandera WNI di Libya
Ini cara Indonesia melobi kelompok militan agar bebaskan ABK WNI
Indonesia bebaskan 6 ABK WNI yang disandera kelompok militan di Libya
Kegembiraan iringi pertemuan 6 ABK dengan keluarga usai disandera
Saat kotak-kotak amunisi pensiun dari medan perang