Anggota Parlemen Taiwan Baku Hantam dan Saling Lempar Usus Babi Saat Rapat
Rapat di parlemen Taiwan berujung ricuh. Para anggota parlemen berkelahi dan saling lempar usus babi pada Jumat (27/11).
Rapat di parlemen Taiwan berujung ricuh. Para anggota parlemen berkelahi dan saling lempar usus babi pada Jumat (27/11). Kejadian tersebut dipicu kebijakan yang akan diberlakukan terkait persetujuan impor daging babi dan daging sapi dari AS.
Perdana Menteri Su Tseng-chang dijadwalkan membacakan laporan terkait kebijakan tersebut kepada anggota parlemen pada Jumat pagi. Anggota parlemen dari partai oposisi, Partai Nasionalis (KMT) menghentikan pidato PM Su dengan melemparkan usus babi.
Anggota parlemen dari Partai Progresif Demokratik yang berkuasa berusaha menghentikan aksi tersebut yang kemudian menyebabkan kekacauan dan saling baku hantam.
Seorang anggota parlemen DPP juga bergulat dengan anggota parlemen KMT dalam perkelahian itu.
Pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen mencabut larangan lama atas impor daging babi dan daging sapi AS pada Agustus, sebuah langkah yang dipandang sebagai salah satu langkah pertama menuju kemungkinan negosiasi perjanjian perdagangan bilateral dengan AS. Larangan tersebut akan dicabut pada Januari, seperti dikutip dari laman The Independent, Jumat (27/11).
Keputusan itu mendapat perlawanan sengit, baik dari KMT maupun warga. Kebijakan baru ini memungkinkan impor daging babi dengan persetujuan residu ractopamine, sebuah obat untuk hewan ternak.
Pada Minggu, ribuan orang berkumpul di Taipei untuk memprotes impor tersebut.
Daging babi AS akan menyumbang sebagian kecil dari konsumsi, tetapi Partai Nasionalis mengangkat masalah ini dalam upaya untuk memobilisasi dukungan menyusul kegagalan berturut-turut dalam pemungutan suara.
"Ketika Anda berada dalam oposisi, Anda menentang daging babi AS, sekarang Anda berkuasa, Anda telah menjadi pendukung daging babi AS," kata legislator KMT Lin Wei-chou, yang memimpin sekelompok anggota parlemen yang memprotes kebijakan tersebut pada Jumat.
Mereka mengenakan kaus hitam bertuliskan "tolak daging babi ractopamine".
Reporter Magang: Farhan Hafizhan
(mdk/pan)