Anggota parlemen Inggris ditembak mati, diduga terkait referendum
Jo Cox (41) dari Partai Buruh ditembak pria yang meneriakkan slogan anti Uni Eropa
Helen Joanne Cox, atau biasa dipanggil Jo Cox, tewas akibat ditembak pria di jalanan Birstall, Distrik West Yorkshire, Inggris. Muncul dugaan anggota parlemen Britania Raya itu dihabisi dipicu persiapan referendum Inggris meninggalkan Uni Eropa.
BBC melaporkan, Kamis (16/6), Cox sempat coba dilarikan ke RS Leeds memakai helikopter. Namun akibat luka tembak di dada dan kepala, serta beberapa luka tusukan, nyawa politikus perempuan 41 tahun itu tak tertolong setibanya di rumah sakit.
"Dengan sangat sedih harus kami umumkan bahwa (Jo Cox) meninggal akibat luka-luka yang dideritanya," kata Kepala Polisi West Yorkshire, Dee Collins, dalam jumpa pers.
Polisi menyatakan pelaku sudah ditangkap. Pelaku beraksi sendirian, ditengarai seorang pria kulit putih berusia 52 tahun. Pelaku membawa sebuah tas berisi pisau serta pistol untuk menembak mati Cox.
"Mengingat pelaku beraksi sendirian, polisi melihat belum ada kelompok lain yang berhubungan dengan insiden ini," kata Collins.
Pembunuhan ini diduga terkait motif politik, karena beberapa saksi mata melihat pelaku meneriakkan slogan anti-Uni Eropa (Britain First-red). Sementara Cox sebagai politikus Partai Buruh aktif mengampanyekan perlunya London tetap bergabung dalam Uni Eropa.
"Inggris yang utama," teriak pelaku sebanyak tiga kali, sebelum menusuk dan kemudian menembak Cox, seperti dilaporkan the Telegraph.
Pembunuhan Cox dilakukan di tengah jalan, saat siang bolong, ketika politikus itu bersama suaminya bersiap mendatangi acara dialog bersama konstituen di Birstall.
Collins menyatakan motif utama pelaku masih terus dipelajari. Dia berharap saksi yang mendengar kata-kata pelaku sebelum melakukan pembunuhan segera menghubungi polisi.
Perdana Menteri Inggris David Cameron mengucapkan bela sungkawa. Mendiang Cox meninggalkan seorang suami serta dua anak.
Atas insiden ini, Cameron membatalkan kehadirannya dalam acara kampanye di Gibraltar malam ini terkait persiapan referendum status Inggris di Uni Eropa yang digelar 23 Juni mendatang. "Kematian Jo Cox merupakan tragedi. Dia adalah anggota legislatif berdedikasi," kata PM Cameron lewat akun Twitternya.
Atasan Cox sekaligus Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, turut terpukul atas tewasnya anggota parlemen berusia muda ini. Cox adalah bekas aktivis Oxfam yang sangat peduli pada isu migran serta pembangunan negara dunia ketiga.
"Jo sangat dihormati di parlemen, tak hanya oleh sesama kolega Partai Buruh. Dia tewas saat menjalankan tugasnya sebagai politikus. Kepergiannya meninggalkan kepedihan luar biasa bagi keluarga," kata Corbyn.
Sang pemimpin partai buruh mendesak polisi segera menyelidiki motif penembakan ini. "Pertanyaan mengapa Cox harus tewas perlu dijawab dalam waktu dekat," tandasnya.
Baca juga:
Brexit dan resep bubarnya Uni Eropa
Serukan tetap di Uni Eropa, anggota parlemen Inggris ditembak
Sadiq Khan: Ramadan saatnya kurangi takhayul & curiga terhadap Islam
Inggris rayakan hari jadi Ratu Elizabeth II di Jakarta
Deretan perang kata-kata Shadiq Khan vs Donald Trump
Sadiq Khan undang Donald Trump ke London buat ajari Islam