Amerika sepakat pindahkan 9 ribu marinir dari Okinawa
Penduduk setempat merasa suara mesin pesawat yang hilir mudik setiap hari sangat memekakkan telinga.
Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang mencapai sepakat buat memindahkan 9 ribu marinir yang berdinas di pangkalan angkatan laut Amerika di Pulau Okinawa.
BBC melaporkan, Jumat (27/4), ribuan marinir yang pindah itu akan ditempatkan, salah satunya, di pangkalan angkatan laut Amerika di Guam, Hawai, dan beberapa lokasi lain di wilayah Asia Pasifik. Sementara 10 ribu orang pasukan akan tetap bertugas di Okinawa.
Kesepakatan itu akan ditandatangani saat Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda melawat ke Ibu Kota Washington D.C., Amerika, pekan depan.
Tapi kedua pihak belum mencapai kesepakatan buat menutup pangkalan udara Futenma di Okinawa.
Sejak pembaruan perjanjian penggunaan Okinawa sebagai pangkalan Amerika pada 2006, Jepang tidak sanggup lagi buat memenuhi segala kondisi dalam kesepakatan itu. Hal itu mengharuskan militer Negeri Paman Sam mencari pengganti pangkalan sebelum memindahkan tentara.
Tetapi pembukaan lokasi baru di Pulau Okinawa buat pangkalan militer mendapat tentangan dari penduduk setempat. Mereka merasa terganggu karena kebisingan pesawat yang latihan setiap hari di pangkalan itu.
Dalam pembicaraan terakhir, kedua negara setuju Futenma masih digunakan sebelum pindah ke pangkalan Camp Schwab, Okinawa, yang jauh dari penduduk sipil.
Keberadaan pangkalan militer Amerika di Okinawa sudah lama menimbulkan kontroversi. Diperkirakan ada 50 ribu anggota marinir Amerika bertugas di pulau itu sejak diresmikan pada 1972.
Masyarakat setempat menganggap pangkalan udara Futenma berbahaya. Mereka juga merasa suara mesin pesawat yang hilir mudik setiap hari sangat memekakkan telinga.
Tindak kejahatan yang melibatkan anggota militer Amerika di Okinawa pernah terjadi. Pada 1995, terjadi kasus perkosaan terhadap gadis 12 tahun oleh tiga marinir Amerika.(mdk/fas)