Al-Qaidah di Suriah bentuk brigade perempuan
Wanita ingin bergabung harus lajang dan berusia antara 18-25 tahun, dan akan menerima gaji bulanan Rp 2,1 juta.
Kelompok militan terkait Al-Qaidah di Suriah, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), kemarin dikabarkan telah membentuk dua batalion perempuan di Kota Raqqah, sebelah utara Suriah. Ini seperti dilaporkan koran pan-Arab, Asharq al-Awsat.
Batalion itu dilaporkan diluncurkan sebagai bagian dari upaya ISIS untuk membeberkan para pegiat laki-laki yang menyamar dalam pakaian wanita untuk menghindari penahanan ketika berhenti di pos-pos pemeriksaan ISIS, seperti dilaporkan stasiun televisi Al Arabiya, Senin (3/2).
Batalion itu diberi nama 'Al-Khansaa' dan 'Umm al-Rayan', seperti dilaporkan situs milik kelompok oposisi. Dijelaskan bahwa ISIS telah menetapkan kondisi bagi perempuan untuk dapat bergabung, yakni mereka harus lajang dan berusia antara 18 tahun sampai 25 tahun.
Oposisi menambahkan bahwa setiap wanita akan menerima gaji bulanan Rp 2,1 juta. Mereka menambahkan bahwa para wanita ini hanya boleh bekerja dengan organisasi.
Batalion berpatroli menjelajahi jalan-jalan di Raqqah pada Sabtu pekan lalu dan mengatur pos pemeriksaan untuk mencari wanita pejalan kaki.
Pemimpin oposisi Ibrahim Moslem, yang berasal dari Raqqah, mengatakan ISIS telah belajar bahwa para pegiat yang menentang kelompok itu berpakaian burka seperti wanita untuk lolos tanpa terluka di pos-pos pemeriksaan.
"Membangun batalion perempuan adalah satu-satunya solusi (untuk ISIS) untuk menghentikan ini. Anggota organisasi (dari kaum pria) tidak dapat mencari wanita, tapi sekarang bisa setelah batalion ini telah dibentuk," kata Ibrahim.
ISIS adalah salah satu dari dua kelompok pemberontak di mana para pejabat keamanan Amerika Serikat dan Eropa mengatakan sebagai faksi Sunni paling ekstrem yang berusaha menggulingkan Presiden Basyar al-Assad, yang berasal dari Alawit, sebuah cabang Syiah.
(mdk/fas)