Aktivis Belarus yang Hilang Ditemukan Tewas di Sebuah Taman di Ukraina
Aktivis yang ditemukan tewas ini bernama Vitaly Shishov (26), yang hilang pada Senin setelah keluar rumah untuk lari pagi, seperti disampaikan rekannya dan menuding pihak berwenang Belarus membunuhnya.
Seorang aktivis antipemerintah asal Belarus ditemukan tewas di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa, yang disebut polisi sebagai pembunuhan atau bunuh diri. Tewasnya aktivis ini semakin menyoroti risiko yang dihadapi para pengkritik penguasa Belarus, Aleksandr G. Lukashenko, bahkan di luar negara mereka.
Aktivis yang ditemukan tewas ini bernama Vitaly Shishov (26), yang hilang pada Senin setelah keluar rumah untuk lari pagi, seperti disampaikan rekannya dan menuding pihak berwenang Belarus membunuhnya. Kepolisian Kyiv menyampaikan, Shishov ditemukan tergantung di sebuah taman dekat rumahnya dan mereka sedang menyelidiki penyebab kematian tersebut apakah pembunuhan atau bunuh diri.
“Seluruh gambaran kejadian akan dikonfirmasi setelah pemeriksaan saksi mata, analisis rekaman video dan langkah penyelidikan lainnya,” jelas kepolisian, dikutip dari The New York Times, Rabu (4/8).
Pemimpin otoriter Belarus, Lukashenko berkuasa sejak 1994, dan sejak lama menekan orang yang berbeda pendapat dan menangkap ribuan orang setelah unjuk rasa skala besar menentang kekuasannya tahun lalu. Sejumlah kejadian dalam beberapa pekan terakhir disebut sebagai upayanya menekan orang Belarus yang mengasingkan diri di luar negeri.
Pada Mei lalu, Lukashenko memaksa pendaratan sebuah pesawat komersil yang ditumpangi aktivis Belarus yang mengasingkan diri dan menangkapnya. Pada Minggu, pelari Olimpiade asal Belarus meminta perlindungan di bandara Tokyo karena negaranya berusaha memaksanya kembali ke Belarus untuk mengikui Pekan Olahraga Musim Panas. Dia mengatakan takut dengan keselamatannya setelah mengkritik pelatihnya dan komite Olimpiade nasional Belarus.
Shishov adalah direktur Belarusian House di Ukraina, organisasi yang membantu orang-orang melarikan diri dari penindasan di Belarus setelah unjuk rasa antipemerintah musim panas dan musim gugur lalu.
Sejumlah pengkritik Lukashenko menuding rezim otoriternya yang terkait dengan pembunuhan ini.
“Mengkhawatirkan bahwa mereka yang melarikan diri dari Belarus masih tidak bisa aman,” jelas Svetlana Tikhanovskaya, pemimpin oposisi pro-demokrasi dari Belarus yang melarikan diri tahun lalu setelah mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden, di Twitter.
Menurut rekan-rekannya dari Belarusian House dalam sebuah pernyataan, Shishov menghilang setelah keluar untuk jogging pukul 9 pagi di dekat rumahnya di Kyiv pada Senin. Sejak melarikan diri ke Ukraina musim gugur yang lalu, Shishov mengorganisir bantuan untuk orang-orang buangan lainnya, melakukan protes anti-Lukashenko dan mengajukan petisi kepada pihak berwenang Ukraina untuk mendukung diaspora Belarusia.
“Kematian itu terjadi di tengah tindakan keras Belarusia yang tidak dapat diterima terhadap masyarakat sipil,” kata Kedutaan Besar AS di Kyiv di Twitter.
“Kami menantikan penyelidikan yang lengkap dan menyeluruh oleh otoritas Ukraina untuk menetapkan penyebab dan keadaannya.”
Pekan lalu, menurut unggahan Facebook-nya, Shishov membantu mengorganisir unjuk rasa di Kyiv untuk menandai peringatan 31 tahun kemerdekaan Belarus dari Uni Soviet.
Rekan-rekannya mengatakan, Shishov yakin sedang diikuti dan para pendukungnya di Belarus telah memperingatkannya tentang potensi ancaman yang membahayakan nyawanya. Dia menjawab dengan bercanda bahwa jika sesuatu terjadi padanya, itu mungkin membantu organisasinya mendapatkan perhatian yang sangat dibutuhkan.
“Tidak ada keraguan bahwa ini adalah operasi mata-mata yang diorganisir untuk melikuidasi seorang Belarusia yang benar-benar berbahaya bagi rezim,” jelas pernyataan tersebut.
Kepala kepolisian nasional Ukraina, Ihor Klymenko, mengatakan Shishov belum melaporkan kepada pihak berwenang bahwa dia sedang diikuti. Klymenko mengatakan kepada wartawan, Shishov ditemukan tewas dengan luka ringan di hidung, lutut kiri dan dada.
“Para ahli mengatakan ini semua adalah karakteristik dari satu kali jatuh,” kata Klymenko, menurut kantor berita Ukraina Ukrinform.
Shishov, yang berasal dari wilayah Gomel Belarus dekat perbatasan Ukraina dan Rusia, tiba di Kyiv setelah ikut dalam demonstrasi antipemerintah. Unjuk rasa meletus tahun lalu meletus setelah Lukashenko mengklaim kemenangan telak dalam pemilihan presiden yang secara luas dianggap curang.
Bagi banyak orang buangan, Ukraina, yang memiliki kebijakan bebas visa untuk warga Belarus, adalah titik transit dalam perjalanan ke negara-negara Uni Eropa seperti Polandia dan Lithuania. Namun Shishov memutuskan untuk tetap tinggal dan menjadi bagian dari komunitas aktivis Belarusi yang berkembang di Kyiv. Dia berpartisipasi dalam aksi solidaritas di Lapangan Kemerdekaan pusat Kyiv dan mencoba membantu pendatang baru lainnya menemukan pekerjaan dan penginapan.
“Dia adalah orang yang tenang dan seimbang,” kata Alena Talstaya, seorang pemimpin Razam, kelompok oposisi Belarusia lainnya di Kyiv.
“Dia mengatakan bidang kegiatan utamanya adalah membantu para pengungsi.”
Talstaya mengatakan, aliran orang buangan Belarusia ke Ukraina meningkat dalam beberapa pekan terakhir, di tengah gelombang baru penggerebekan dan penangkapan yang ditujukan terhadap jurnalis dan HAM. Lukashenko mengatakan bulan lalu, dinas keamanannya sedang melakukan “operasi pembersihan” terhadap “bandit dan agen asing” yang didukung Barat yang bertujuan menggulingkannya.
Akibatnya, hostel, hotel, dan kamar cadangan teman-teman di Ukraina dipenuhi warga Belarus yang melarikan diri dari kemungkinan penangkapan. Bahkan di luar negeri, lanjut Talstaya, warga Belarus tidak sepenuhnya aman.
“Bersembunyi itu tidak mungkin dan tidak ada gunanya,” ujarnya.
"Tidak ada orang yang bisa hidup dalam ketakutan permanen."
(mdk/pan)