Akibat Brexit, bocah Inggris ini dilarang berenang di hotel Spanyol
Bocah sembilan tahun tersebut diusir dari kolam renang oleh petugas hotel. Kakek dan nenek Kai sangat kecewa atas perlakuan tersebut. Mereka mengatakan perlakuan kepada orang Inggris di luar negeri, terutama di kawasan Uni Eropa semakin buruk usai referendum Brexit.
Bocah empat tahun asal Inggris dilarang ikut pesta kolam renang anak-anak di sebuah hotel di Spanyol. Kakek dan nenek bocah ini mengatakan perlakuan yang mereka dapatkan karena keputusan Brexit oleh pemerintah Inggris.
Lynne dan Bob Cunliffe tengah berlibut di Hotel Roc di Torremolinos, Spanyol, ketika cucu mereka Kai, dilarang masuk dalam kolam renang.
Sang nenek mengatakan cucunya sudah bermain di kolam renang bersama anak-anak lain sepanjang pekan. Namun, pada Selasa malam, Kai dilarang ikut bermain di kolam renang oleh pihak hotel. Hanya anak-anak asal Prancis saja yang boleh masuk.
"Saya datang ke sana dan berkata, 'cucu saya ingin bergabung dengan Anda', namun seorang wanita mengatakan, 'tidak bisa, (kolam) ini hanya untuk anak-anak Prancis,' saya bingung dengan ucapannya," ujar sang nenek, Lynne, seperti dikutip dari express.co.uk, Minggu (30/10).
Sang nenek menambahkan, cucunya sangat kecewa sampai menangis karena tidak diperbolehkan bergabung dengan anak-anak lainnya. Dia kemudian bertanya pada resepsionis alasan cucunya tidak boleh ikut bergabung dalam pesta kolam renang tersebut.
"Dia (Kai) sangat senang bermain di kolam itu dan hanya karena rasis, dia tidak diperbolehkan bergabung dengan anak-anak lainnya," cerita sang nenek.
Sementara itu, sang kakek, Bob mengatakan semua ini terjadi sejak Brexit diumumkan. Menurut pasangan ini, perlakuan buruk kepada orang Inggris di luar negeri terjadi sejak referendum Uni Eropa tersebut.
"Karena kami keluar dari Uni Eropa, mereka sangat sensitif kepada orang Inggris karena Brexit. Mereka pikir kita benar-benar sudah meninggalkan Uni Eropa dan semuanya menjadi semakin buruk," ucapnya.
Bahkan untuk liburan saja, orang-orang Inggris diperlakukan sangat buruk. Menurut pasangan ini, mereka mendapat kualitas makanan lebih rendah dibanding wisatawan dari negara lain.
"Semua yang kami dapatkan dari para staf hotel sangat mengecewakan dan kasar," pungkas pasangan Cunliffe.
Baca juga:
Eropa anggarkan Rp 5,9 juta ajak remaja keliling benua pakai kereta
Gara-gara Brexit, rumah mewah London dijual murah
Brexit buka banyak kesempatan kerja sama Indonesia-Inggris
Kadin sebut kerja sama bisnis Inggris terbatas akibat Brexit