Akhiri perang saudara, presiden Kolombia raih Nobel Perdamaian
Akhiri perang saudara, presiden Kolombia raih Nobel Perdamaian. Perang saudara selama 52 tahun antara pemerintah Kolombia dan pemberontak FARC berakhir pekan lalu ketika kesepakatan damai ditandatangani kedua pihak. Dengan meraih penghargaan ini maka presiden Kolombia akan mendapat hadiah sebesar Rp 11,8 miliar.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos meraih penghargaan Nobel Perdamaian tahun ini setelah berhasil mencapai kesepakatan damai dengan pemberontak FARC pekan lalu setelah berkonflik selama 52 tahun.
Keputusan Komite Nobel Norwegia ini kembali menuai kontroversi setelah sebelumnya Barack Obama mendapat Nobel Perdamaian 2009 padahal satu tahun saja belum menjadi presiden Amerika Serikat.
Juru bicara Komite Nobel mengatakan dipilihnya Santos karena untuk memberinya kekuatan guna melanjutkan kesepakatan damai dengan FARC.
"Komite Nobel Norwegia ingin mendorong semua pihak yang berupaya mencapai perdamaian, rekonsiliasi dan keadilan di Kolombia," ujar pengumuman komite, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (7/10).
Dengan meraih penghargaan ini maka Santos akan mendapat hadiah sebesar Rp 11,8 miliar.
Dalam referendum Ahad lalu warga Colombia memilih menolak kesepakatan damai yang sudah ditandatangani oleh Santos dan pemberontak FARC.
Baca juga:
Kolombia dan pemberontak FARC resmi akhiri konflik 52 tahun
Semangat hidup pejuang Revolusioner Kolombia yang kehilangan tangan
Wajah bahagia para narapidana di Kolombia dinikahkan massal
Geliat wanita seksi Kolombia banjiri Expotattoo 2016
Serbuan warga Venezuela ke supermarket negeri tetangga