Ahmadinejad dihujat karena danai film pereli wanita
Dia dianggap mendukung proyek sineas cabul dan menghambur-hamburkan anggaran negara.
Wartawan dan pegiat sayap kanan Iran mengkritik Presiden Mahmud Ahmadinejad. Dia dianggap menyetujui pemikiran Barat dengan mendanai pembuatan film dokumenter pereli wanita Laleh Seddigh. Proyek ini diniatkan sebagai cara membantah propaganda asing bahwa perempuan di Negeri Mullah itu terkekang.
Salah satu pengkritik adalah Pemimpin Redaksi Harian Keyhan, Hussein Shariatmadari. Dia menilai Ahmadinejad keliru bila ingin membantah stereotipe Barat dengan mengikuti standar mereka. "Apakah membuat film yang menunjukkan kesuksesan pereli wanita merupakan simbol muslimah Iran yang benar? Pandangan ini adalah pola pikir Amerika dan sekutunya," ujar Shariatmadari, seperti dilansir surat kabar the Telegraph, Selasa (24/7).
Laleh Seddigh adalah juara reli nasional Iran pada 2005. Selama perlombaan itu, dia satu-satunya peserta perempuan. Bahkan, atas keberhasilannya di dunia balap mobil, publik internasional memberinya julukan 'Schumacher kecil', merujuk bintang Formula Satu Michael Schumacher.
Ahmadinejad mendanai proyek film ini setelah bertemu sutradara Amerika berdarah Iran, Essy Niknejad. Dia menyumbang USD 400, atau setara Rp 3,8 juta.
Sumbangan itu menjadi alasan lain Ahmadinejad dikritik. Selama ini jarang pemerintah terlibat mendanai sebuah proyek pembuatan film di negara itu.
Sosok sutradara Niknejad diklaim ulama sebagai sineas cabul. Dia memang pernah terlibat dalam drama televisi 'The Red Shoes Diaries' di Amerika Serikat yang membahas soal erotisme. (mdk/fas)