Ahmadinejad berencana hadiri Olimpiade, Inggris khawatir
Inggris adalah salah satu negara Barat penentang program nuklir Iran.
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad bakal menghadiri Olimpiade di Ibu Kota London, Inggris, Juli mendatang. tidak tanggung-tanggung, dia berniat sebulan penuh buat melihat atlet Negeri Mullah itu berkompetisi dalam pesta olahraga sejagat itu.
Namun, pemerintah Inggris khawatir kehadiran Ahmadinejad buat mendukung atlet Iran di Olimpiade bakal menciptakan permasalahan baru, khususnya soal keamanan.
Komite persiapan Olimpiade Iran, Bahram Afsharzadeh, membenarkan kabar itu lantaran dia dan Ahmadinejad terbang ke London pada 26 Juli, sehari sebelum pembukaan, seperti dilansir surat kabar Yedioth Ahronoth, Kamis (28/6). "Setelah disepakati, saya dan presiden akan kembali menghadiri Olimpiade Juli mendatang seperti yang dia lakukan pada 2008. Utamanya buat mendukung atlet Iran," kata Afsharzadeh.
Mei lalu, Ahmadinejad menyatakan keinginannya buat menyaksikan secara langsung 50 atlet Iran berkompetisi di Olimpiade.
Seperti diketahui, Inggris adalah salah satu dari enam negara dalam forum negosiasi program nuklir Iran. Jika pembicaraan itu gagal, ditakutkan bakal berimbas ke anjloknya pasar modal dan memicu kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, jika dalam dialog itu tidak tercapai kesepakatan, Israel sudah berniat bakal menggempur Iran buat mencegah Teheran membuat bom nuklir.
Hubungan diplomatik kedua negara itu memburuk sejak Kedutaan Besar Inggris di Ibu Kota Teheran diserbu pengunjuk rasa. Mereka kemudian melakukan perusakan kantor serta membakar bendera sebagai protes terhadap sanksi Inggris kepada Iran. Sejak itu kantor kedutaan itu ditutup.
Sebagai aksi balasan, pemerintah Inggris kemudian menutup Kedutaan Besar Iran di London dan mengusir seluruh stafnya.
Tahun lalu Iran mengancam memboikot keikutsertaan mereka dalam Olimpiade 2012 lantaran mereka menganggap logo ajang kompetisi itu mirip dengan kata zion, yakni merujuk pada gerakan zionisme Yahudi.
(mdk/fas)