Afghanistan tuding intelijen Pakistan di balik serangan teroris ke hotel
Afghanistan tuding intelijen Pakistan di balik serangan teroris ke hotel. Seorang pejabat tinggi Afghanistan menuding badan mata-mata Pakistan atau ISI telah melatih teroris yang terlibat dalam serangan di Hotel Intercontinental dan menewaskan lebih dari 20 orang.
Seorang pejabat tinggi Afghanistan menuding badan mata-mata Pakistan atau ISI telah melatih teroris yang terlibat dalam serangan di Hotel Intercontinental dan menewaskan lebih dari 20 orang.
Mahmoud Saikal, Perwakilan Tetap Afghanistan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyampaikan tudingan tersebut melalui cuitan di akun Twitternya.
"Abdul Qahar, ayah dari salah satu teroris yang terlibat dalam serangan minggu lalu di Hotel Intercontinental, Kabul, mengakui bahwa anaknya telah dilatih di Chaman, Provinsi Balochistan, Pakistan oleh Inter-Service Intelligence (ISI). Qahar saat ini berada dalam tahanan pihak berwenang Afghanistan," tulisnya, dikutip dari laman Time of India, Selasa (30/1).
Hal serupa juga turut diungkapkan oleh seorang diplomat tingkat menengah dari Kedutaan Besar Afghanistan di Amerika Serikat, Majeed Qarar. Qarar menuduh serangan tersebut direncanakan oleh Pakistan.
"Bukti nyata menyatakan bahwa serangan di Kabul terhadap Hotel Intercontinental direncanakan di madrasah, di tanah Pakistan. Abdul Qahar, ayah dari salah satu penyerang merupakan saksi mata dari keseluruhan peristiwa," ungkap Qarar yang merupakan Atase Budaya Kedubes Afghanistan.
"Teropong penginderaan malam yang ditemukan bersama dengan para penyerang Taliban di markas Militer Nasional Afghanistan (ANA) adalah teropong khusus militer yang tidak dijual ke publik. Itu dibeli oleh tentara Pakistan dari perusahaan Inggris dan dipasok ke Lashkar-e-Tayyeba di Kashmir dan Taliban di Afghanistan. Lashkar-e-Tayyeba adalah organisasi internasional," tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar Afghanistan untuk AS, Hamidullah Mohib, tidak menanggapi pernyataan dari atase budayanya tersebut.
Sebagaimana diketahui, pada 20 Januari lalu, kelompok bersenjata diduga Taliban menyerang Hotel Intercontinental di Kabul. Para penyerang juga mengenakan rompi bunuh diri serta menyandera pegawai hotel dan tamu. Sebanyak 25 orang tewas dan para penyerang tersebut berhasil ditumbangkan oleh pasukan elit Afghanistan.
Baca juga:
ISIS klaim serangan bom bunuh diri di akademi militer Afghanistan
Istana sebut Presiden Jokowi bersikeras ingin ke Afghanistan, pengamanan maksimal
Trump kecam serangan bom di Afghanistan, desak tindakan terhadap Taliban
Bom bunuh diri kembali meledak di Afghanistan, 40 orang dilaporkan tewas
Bom bunuh diri meledak dekat kantor keamanan nasional Afganistan, 10 orang tewas