Ada yang Hanya 20 Menit, Daftar Pemimpin dengan Masa Jabatan Tersingkat di Dunia
Baru menjabat enam pekan, Liz Truss mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris. Namun Liz Truss barulah satu dari berbagai pemimpin di dunia yang memiliki jabatan tersingkat. Ada pejabat lain yang menjabat dengan waktu yang jauh lebih singkat. Berikut daftarnya.
Perdana Menteri (PM) Inggris, Liz Truss mengumumkan mundur dari jabatannya. Perempuan 47 tahun yang baru menjabat selama 44 hari atau 1,5 bulan itu mencetak sejarah di Inggris sebagai PM dengan jabatan tersingkat.
Namun Liz Truss barulah satu dari berbagai pemimpin di dunia yang memiliki jabatan tersingkat. Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (21/10), berikut pemimpin yang memiliki jabatan pendek di dunia.
1. Joseph Goebbels
Joseph Goebbels adalah Kanselir Nazi Jerman yang menggantikan Adolf Hitler. Sebelum dia menjabat sebagai kanselir, Goebbels bertugas sebagai Menteri Pencerahan Publik dan Propaganda Nazi Jerman. Selain sebagai menteri, Goebbels juga menjabat sebagai pemimpin usaha Peperangan Total Nazi Jerman.
Pada saat Perang Dunia II, Goebbels menulis dan menyampaikan berbagai pidato propaganda yang bertujuan mendorong publik Jerman melawan musuh-musuh Nazi, terutama Sekutu Barat dan Uni Soviet. Namun semua itu berubah ketika Nazi Jerman mulai dikalahkan Sekutu dalam peperangan.
Di akhir masa kehidupannya, Goebbels diminta secara langsung oleh Hitler untuk menjadi Kanselir Nazi Jerman. Goebbels pun menjabat sebagai kanselir hanya sepanjang satu hari, dari 30 April 1945 – 1 May 1945.
Melihat Fasisme dan Nazi Jerman dikalahkan Sekutu, Goebbels dan keluarganya memilih untuk mengakhiri hidup bersama.
2. Raja Umberto II dari Italia
Raja Umberto II dari Italia adalah raja dan monarki terakhir yang menjadi kepala negara Italia. Raja Umberto II naik takhta pada 9 Mei 1946 menggantikan ayahnya, Raja Victor Emmanuel III.
Kala itu kondisi Italia masih porak-poranda akibat Perang Dunia II. Karena kepala pemerintahan Italia kala itu dipegang oleh PM Benito Mussolini, Italia pun ikut terseret dalam Perang Dunia II. Sebagai sekutu Nazi Jerman, Italia turut mengalami kekalahan.
Meski Italia kalah perang, namun publik Italia masih belum kehilangan kepercayaan kepada monarki mereka. Raja Victor Emmanuel III sendiri masih menjabat sebagai Raja Italia hingga 9 Mei 1946. Setelah itu dia menyerahkan jabatan kepada anaknya dan Italia memiliki raja baru, Raja Umberto III.
Tetapi satu tahun setelah perang berakhir, berbagai perubahan terjadi di Eropa. Demokrasi pun semakin menyebar ke negara-negara Eropa barat. Publik ingin agar Italia berubah menjadi republik dan bukan monarki.
Akhirnya karena dorongan publik, Raja Umberto III turun takhta pada 12 Juni 1946. Umberto hanya menjabat sebagai Raja Italia selama 34 hari.
3. Carlos Coimbra de Luz
Carlos Coimbra de Luz adalah Presiden Brazil yang masa jabatannya bisa dihitung dengan jari. Presiden Carlos hanya menjabat selama tiga hari, yaitu dari 8 November 1955-11 November 1955.
Kondisi politik Brasil yang tidak stabil dan ketidakpercayaan pejabat tinggi Brasil menjadi alasan kenapa Carlos memiliki jabatan yang sangat pendek. Dalam periode 16 bulan saja, masyarakat Brasil telah melihat kepemimpinan diganti sebanyak tiga kali.
Kala itu Henrique Teixera Lott yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan Brasil percaya kalau Luz akan mencegah Juscelino Kubitschek untuk menjalankan tugas sebagai presiden. Kubitschek sendiri adalah presiden terpilih berdasarkan pemilu.
Akhirnya Luz yang baru menjabat tiga hari digantikan oleh wakilnya, Nereu Ramos.
4. Kaisar Michael Alexandrovich II dari Rusia
Kaisar Michael Alexandrovich II adalah kaisar dan monarki terakhir yang menjabat sebagai kepala negara Rusia. Jabatannya pun sangat pendek, bahkan tidak mencapai 24 jam.
Kerajaan yang dilanda peperangan hingga revolusi dari segala penjuru adalah alasan pendeknya jabatan Michael II. Kala itu kakaknya, Kaisar (Tsar) Nicholas II adalah kepala negara yang memerintah Kekaisaran Rusia dari 26 Mei 1896 hingga 15 Maret 1917.
Namun akibat kekalahan dalam Perang Dunia I melawan Blok Sentral yang dipimpin Kekaisaran Jerman dan Kekaisaran Austria-Hongaria, Tsar Nicholas II terpaksa mangkat. Gejolak perlawanan dari kubu Soviet pun turut menjadi alasan lain mangkatnya Tsar Nicholas II.
Di saat Tsar Nicholas II turun takhta pada 15 Maret, dia menyerahkan takhta Kaisar Rusia kepada anaknya, Alexei. Namun karena dianggap tidak mampu memimpin, Michael II dipilih menjadi Tsar Rusia baru.
Tetapi jabatan Tsar Rusia tidak bertahan lama di tangan Michael II sebab dia hanya memerintah selama 18 jam saja.
5. Raja Louis XIX dari Prancis
Raja Louis XIX adalah Raja Prancis dan pemimpin negara dengan jabatan terpendek di dunia. Bagaimana tidak, dia hanya menjabat sebagai raja selama 20 menit.
Kala itu kondisi Prancis sangat tidak stabil karena berbagai perebutan kekuasaan yang terjadi antar anggota keluarga kerajaan Prancis. Bahkan dia naik takhta sebagai Raja Prancis setelah terjadinya Revolusi Juli yang menjatuhkan ayahnya, Raja Charles X dari Prancis.
Di saat ayahnya turun takhta, Louis pun secara otomatis menjadi raja. Namun selama 20 menit itu Louis menghabiskan masa kepemimpinannya dengan mendengarkan permohonan istrinya agar dia naik takhta menjadi Raja Prancis dengan sah.
Tetapi ide istrinya itu ditolaknya. Penolakan dari masyarakat Prancis pun juga mendorong Louis XIX untuk memberikan takhta kerajaan kepada Henri, Pangeran Chambord dan Duke of Bordeaux.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan
(mdk/pan)