Ada Peran Dukun di Balik Raibnya Perhiasan Rp1,3 Triliun Milik Orang Terkaya Qatar
Tahun lalu terjadi perampokan senilai USD90 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Korbannya adalah orang penting dan terkaya di Qatar. Namun kasus ini tidak pernah terdengar, dengan kata lain ditutupi agar tidak bocor ke publik.
Tahun lalu terjadi perampokan senilai USD90 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Korbannya adalah orang penting dan terkaya di Qatar. Namun kasus ini tidak pernah terdengar, dengan kata lain ditutupi agar tidak bocor ke publik.
Kasus ini terungkap setelah rumah lelang Inggris Christie's di New York tiba-tiba menarik berlian merah muda 13,15 karat dengan perkiraan nilai hingga USD35 juta Desember lalu, hampir sembilan bulan setelah itu terjadi.
Namun saat kasus terungkap, identitas korban juga tidak disebutkan dengan jelas, hanya digambarkan sebagai warga kaya di Doha.
Kini untuk pertama kalinya, Vice News menyebut korban adalah mantan perdana menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani.
Menurut Vice, Thani membayar banyak konsultan dan penyelidik swasta untuk tidak hanya merahasiakan berita tersebut dari pers, tetapi juga melacak perhiasannya yang hilang.
Ada keanehan dalam kasus ini. Ketika Thani dirampok, tidak ada kekerasan fisik maupun tanda-tanda mencurigakan lainnya.
Pada tahun 2019, asisten pribadi Thani yang kesepian, yang dalam dokumen pengadilan di Amerika Serikat (AS) hanya disebut sebagai "Magdalena", mulai menggunakan Purple Garden – sebuah situs web yang menyediakan nasihat tentang semua hal yang berhubungan dengan paranormal atau dukun, cinta, dan bimbingan peramal.
Setahun di situs web itu dia bertemu dengan "penasihat utama" dengan nama "Giovanni". Selama empat tahun, Giovanni menasihati Magdalena tentang "aura buruk", bacaan cinta, kartu tarot, dan banyak lagi.
Magdalena lantas sangat percaya dengan Giovanni, orang yang tidak pernah dia temui secara langsung. Magdalena kemudian mengambil langkah berani untuk mencuri perhiasan mahkota bosnya pada April 2022.
Magdalena, yang sekarang diyakini oleh para penyelidik bukan bagian dari pencurian tetapi hanya korban naif yang menjadi korban manipulasi, selama tiga bulan mengirim 17 perhiasan senilai lebih dari USD90 juta ke Giovanni melalui pos udara.
Menurut dokumen yang dilihat Vice, perhiasan itu dikirim tanpa asuransi dan tanda tangan bahkan tidak diperlukan untuk tanda terima pengiriman.
Asisten Thani mengirim perhiasan bosnya untuk dibersihkan dari roh jahat - permata yang menurut penasehat paranormal Magdalena telah dijangkiti roh jahat.
Selama bertahun-tahun, Giovanni mendapat keuntungan lebih dari USD150.000 sebagai bayaran untuk jasa atau pemberian sarannya kepada Magdalena. Tetapi ketika dia mengetahui lebih banyak tentang latar belakangnya dan klien kaya yang mempekerjakannya, para penyelidik yakin dia meningkatkan bayarannya untuk satu tugas besar terakhir.
Mendapatkan perhiasan Thani tidak cukup bagi Giovanni. Dia menaikkan tarifnya menjadi USD50.000 untuk membersihkan perhiasan.
Awalnya Giovanni menolak mengirim perhiasan itu kembali melalui pos. Kemudian dia berjanji akan menemui Magdalena di Cannes, Prancis pada akhir Agustus, di mana saat itu Magdalena juga sedang menemani bosnya.
Ketika dia tidak muncul, Magdalena yang berhasil menyelundupkan permata keluar dari brankas tanpa banyak usaha, menjadi panik.
Saat itulah Giovanni menulis satu pesan terakhir kepada korbannya yang kemudian membuat Magdalena menyadari kesalahannya dan melaporkan ke bosnya.
"Tolong hentikan... saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan... Saya rasa Anda tidak membutuhkan paranormal... Anda membutuhkan psikiater... Tuhan memberkati Anda, tolong berhenti mengusik," tulis Giovanni, menurut surat perintah penangkapan, dikutip dari Middle East Eye, Minggu (11/6).
Perburuan internasional secara tertutup dimulai yang menjangkau Belanda, Inggris, dan AS.
Baru pada 22 November 2022, FBI menangkap Giovanni, yang bernama asli John Lee, dan yang tinggal antara Florida dan New Jersey.
Lee ditangkap setelah berlian merah muda 13,15 karat, yang ukurannya telah dipotong dari aslinya 16 karat untuk menutupi kasus ini, muncul di rumah lelang Christie dan dikenali oleh pengedar berlian bermata elang.
Investigasi meluas yang dipimpin oleh FBI juga mengarahkan polisi untuk menyelidiki beberapa pialang dan pemotong berlian yang mengambil potongan dari pencurian Lee yang tidak terduga.
FBI telah menyita sebagian besar uang tunai dan perhiasan yang tersisa dan bekerja untuk menemukan berlian lain yang mungkin telah dijual atau dipotong ulang.
(mdk/pan)