Abaikan Ancaman Putin, Inggris Akan Kirim Bantuan Sistem Rudal Jarak Jauh ke Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menyerang target baru jika Barat mengirim senjata canggih ke Ukraina.
Inggris menyampaikan akan mengikuti Amerika Serikat (AS) mengirim sistem rudal jarak jauh ke Ukraina walaupun Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menyerang target baru jika Kiev dipasok dengan senjata canggih.
Kementerian Pertahanan Inggris menyampaikan, London telah berkoordinasi dengan Washington terkait bantuan sistem roket multi-peluncuran atau MLRS ini yang akan membantu Ukraina mempertahankan diri melawan agresi Rusia.
Dikutip dari laman Al Arabiya, Kementerian Pertahanan Inggris juga mengatakan, peluncur M270 yang bisa menyerang target sampai 80 kilometer dengan roket berpemandu presisi ini akan meningkatkan kemampuan pasukan Ukraina.
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace mengatakan sekutu Barat harus terus mengirim persenjataan mereka ke Ukraina agar negara itu bisa memenangkan perang melawan invasi pasukan Ukraina.
"Inggris mendukung Ukraina dalam pertempuran ini dan terdepan dalam memasok senjata penting untuk pasukan heroiknya, yang mereka perlukan untuk mempertahankan negara mereka dari invasi yang tidak beralasan," jelasnya dalam sebuah pernyataan.
"Ketika taktik Rusia berubah, begitu dukungan kita terhadap Ukraina. Sistem roket multi peluncuran yang sangat canggih ini akan mempermudah kawan-kawan Ukraina kita melindungi diri mereka dengan lebih baik dari penggunaan brutal artileri jarak jauh, yang digunakan pasukan Putin tanpa pandang bulu untuk meratakan kota-kota," lanjutnya.
Tentara Ukraina akan dilatih bagaimana menggunakan sistem baru ini di Inggris. Inggris sejauh ini telah memberikan bantuan militer senilai lebih dari 750 juta poundsterling ke Ukraina termasuk sistem pertahanan udara, ribuan rudal anti-tank, dan berbagai jenis perlengkapan militer, serta ratusan kendaraan lapis baja.
Pekan lalu, AS mengumumkan akan mengirimkan sistem roket artileri mobilitas tinggi atau HIMARS ke Ukraina. HIMARS secara terus menerus bisa meluncurkan sejumlah rudal berpemandu presisi dengan jangkauan sangat jauh dan presisi dengan sistem yang dimiliki Ukraina. Namun Presiden AS Joe Biden menolak memasok Ukraina dengan sistem yang bisa menjangkau Rusia, walaupun Kiev memintanya.
Pada Minggu, Putin mengancam akan menyerang target baru jika Barat memasok rudal ke Ukraina dan mengatakan pengiriman senjata baru ke Kiev ditujukan untuk "memperlama konflik".
Baca juga:
Situs Pemerintah Rusia Diretas, Muncul Kata-Kata "Kemenangan untuk Ukraina"
Jenderal Rusia Tewas Lagi di Donbas Ukraina
Jokowi dan PM Australia Bahas Perang Ukraina-Rusia hingga Kerja Sama Indo-Pasifik
ICP Mei 2022 Naik Dipengaruhi Uni Eropa Embargo Minyak dari Rusia
Putin Ancam Serang Target Baru Jika AS Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina
Foto-Foto Memilukan 100 Hari Perang Rusia-Ukraina