5 Peraih Nobel Perdamaian ini sangat peduli pada kemanusiaan
Sayangnya, tak semua peraih nobel perdamaian bisa mempertahankan gelarnya, seperti yang dialami Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.
Tak semua orang bisa mendapat Nobel Perdamaian. Mereka harus ikut berjuang melawan penindasan dan ikut menyuarakan kebebasan. Untuk itulah penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berpengaruh terhadap persatuan atau persaudaraan dalam sosial dan antar bangsa.
Sayangnya, tak semua peraih Nobel Perdamaian bisa mempertahankan gelarnya, seperti yang dialami Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Satu-persatu gelarnya dicopot karena masalah kemanusiaan yang melanda negaranya. Banyak yang menilai Suu Kyi tak bertindak untuk menyelesaikan konflik antara etnis Rohingya dan militer Myanmar.
Seperti dikutip dari Biography Online, berikut beberapa nama penerima Nobel Perdamaian yang berpengaruh di dunia:
Mikhail Gorbachev
Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet tahun 1985-1991, Mikhail Gorbachev, dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada Oktober 1990. Dia juga menjadi Presiden pertama yang terpilih secara demokratis pada tahun 1990.
Mikhail Gorbachev berperan penting dalam membongkar cengkeraman penguasa Komunis di Uni Soviet dan Eropa Timur. Dia memiliki keinginan untuk demokrasi dan reformasi agar bisa mengakhiri Perang Dingin dan meruntuhkan Tembok Berlin.
Dia dipecat dari kantor Kepresidenan pada tahun 1991, selama upaya kudeta yang gagal. Sejak saat itu, Gorbachev selalu memperkenalkan upaya-upaya baru di keadilan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan melalui organisasinya sendiri, Green Cross.
Nelson Mandela
Aktivis Politik Afrika Selatan selama 1918 - 2013, Nelson Mandela, berada di dalam penjara selama 20 tahun karena menentang rezim apartheid. Lalu dia dibebaskan pada tahun 1990.
Pada tahun 1994, Mandela terpilih sebagai pemimpin pertama Afrika Selatan yang demokratis. Dia dianugerahi Nobel Perdamaian (bersama dengan F.W. de Klerk) pada tahun 1993 karena membantu mengakhiri segregasi rasial di Afrika Selatan.
Dia dianggap sebagai bapak dari Afrika Selatan yang demokratis dan secara luas dikagumi karena kemampuannya untuk menyatukan sebuah bangsa, yang sebelumnya dibagi oleh apartheid.
Mother Theresa
Seorang Biarawati Katolik Roma Mother Teresa selalu mengabdikan hidupnya untuk melayani orang miskin di seluruh dunia. Dia menghabiskan bertahun-tahun di Kalkuta, India di mana dia mendirikan Misionaris Cinta Kasih untuk membantu mereka yang sangat membutuhkan.
Pada tahun 1979, Mother Teresa dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian dan menjadi simbol pekerja amal dan tanpa pamrih. Pada 2016, Ibu Teresa dikanonisasi oleh Gereja Katolik Roma sebagai Saint Teresa.
Kofi Annan
Kofi Annan menjadi salah satu anggota dari sebuah keluarga kepala suku Fante di Ghana, Lalu dia menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dianugerahi Nobel Perdamaian pada tahun 2001.
Untuk sebagian besar hidupnya, ia bekerja di negara-negara Persatuan Bangsa-Bangsa. Lalu jabatannya naik menjadi Sekretaris Jenderal. Dia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal untuk dua periode dari tahun 1997 hingga 2007.
Malala Yousafzai
Malala Yousafzai mulai dikenal sejak dia membuat blog untuk BBC sejak 2009 tentang pengalamannya yang hampir dibunuh oleh kelompok Taliban tahun 2012. Dia selamat, namun harus menjalani beberapa operasi di Inggris. Selain bersekolah, Malala juga melanjutkan pekerjaannya untuk hak anak perempuan untuk pendidikan.
Menurutnya, untuk membuat dunia yang damai, sangat penting menghormati hak-hak anak-anak dan pemuda. Untuk itulah Malala berjuang melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan bagi mereka. Malala Yousafzai dianugerahi Nobel Perdamaian tahun 2014. Malala menjadi penerima nobel termuda saat dia berusia 17 tahun.
(mdk/mtf)