4000 Warga Pakistan diserahkan ke pihak asing demi uang
Iqbal menyesali bahwa tidak ada seorang pun, bahkan dari parlemen yang mempertanyakan peran Musharraf dan Sherpao dalam pratik gelap ini. Dia pun menyarankan agar tindakan ilegal dan melanggar hukum yang dilakukan Musharraf harus diselidiki.
Kepala Badan Akuntabilitas Nasional (NAB) dan Hakim Komisi Nasional untuk Orang Hilang, Javed Iqbal, mengatakan bahwa selama masa jabatan Presiden Musharraf sebanyak 4.000 lebih orang Pakistan diserahkan kepada orang asing, khususnya Amerika Serikat, untuk ditukar dengan uang.
"Selama menjabat Presiden Jenderal Pervez Musharraf menyerahkan 4.000 lebih orang Pakistan kepada orang asing. Menteri Dalam Negeri Aftab Sherpao juga turut serta dalam penyerahan ini," kata Iqbal, dikutip dari laman The News, Selasa (17/4).
"Musharraf dan para anggota parlemennya diberi dolar AS karena menyerahkan orang-orang itu," lanjutnya.
Iqbal menuturkan bahwa dirinya mendukung pelarangan terhadap penempatan LSM asing untuk bekerja di Pakistan. Namun karena tak punya cukup kekuasaan, dia pun tidak bisa berbuat banyak.
"LSM-LSM ini bekerja untuk elemen asing dan mereka mendapatkan dana dari luar negeri. Jika saya memiliki otoritas, saya akan menempatkan larangan pada organisasi tersebut," tuturnya.
"Sesuai undang-undang dan Konstitusi, bagaimana mungkin seseorang secara diam-diam menyerahkan warga negara Pakistan ke negara lain?" ujarnya, seperti dikutip dari Nation.
"Seharusnya negara bertanggung jawab untuk setiap keluarga yang hilang dari negeri ini," lanjutnya.
Baca juga:
Sosok Marvia Malik, pembawa berita transgender pertama di Pakistan
Nissan ekspansi produksi model Datsun ke Pakistan
Inilah 9 negara yang memiliki senjata nuklir terkuat dunia
Penerima Nobel Malala Yousafzai pulang ke Pakistan setelah 6 tahun tinggal di Inggris
Media Pakistan marah atas perlakuan AS terhadap perdana menteri mereka
Ini pembawa berita transgender pertama di Pakistan