LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

22 Tahun menikah, wanita ini ceraikan suami gara-gara pilih Trump

22 Tahun menikah, wanita ini ceraikan suami gara-gara pilih Trump. Wanita itu menyebut dirinya pendukung setia Partai Demokrat. Dia baru saja mengetahui suaminya memilih Trump pada pemilu 8 November lalu. Dia merasa kecewa berat dan menuding suaminya pengkhianat.

2017-02-08 11:20:22
Amerika Serikat
Advertisement

Seorang wanita bernama Gayle McCormick di Bellingham, Washington, Amerika Serikat, yang menyebut dirinya pendukung setia Partai Demokrat menceraikan suami yang telah dinikahinya selama 22 tahun gara-gara ketahuan memberikan suara buat Presiden Amerika Serikat Donald Trump di waktu pemilu 8 November lalu.

Penyataan tersebut disampaikan suaminya saat McCormick tengah mengadakan makan siang bersama teman-teman mereka. McCormick menuding suaminya sebagai pengkhianat.

"Ini telah menghancurkan kepercayaan saya karena dia telah memilih Trump. Saya merasa menipu diri saya sendiri karena mempercayainya," ujar McCormick, seperti dilansir dari laman Miror, Rabu (8/2).

"Kejadian ini membuka jalan baru dalam hubungan kami yang sebelumnya tidak pernah kami hadapi," tambahnya.

Kekalahan Hillary Clinton dalam pemilu melawan Trump 20 November lalu, telah menyebabkan luka mendalam bagi para pendukung Clinton. Bahkan, tiga bulan usai pemilu berlangsung banyak keluarga yang terpecah belah lantaran berbeda pandangan politik.

Sejumlah rakyat AS mengaku mengalami keretakan hubungan dengan keluarga dan harus melewati masa-masa penuh emosional hingga waktu akhirnya pemenang pemilu diumumkan.

Sebuah jajak pendapat menunjukkan adanya kesenjangan yang semakin memburuk antara pendukung Partai Republik dan Demokrat. Dari 6.426 responden, 16 persen di antaranya menyatakan telah berhenti berbicara dengan anggota keluarga atau teman karena perselisihan pemilu.

Sementara itu, 13 persen lainnya mengaku telah mengakhiri hubungan dengan anggota keluarga atau teman usai Trump memenangkan pemilihan presiden.

"Banyak orang tidak percaya Trump bisa mengalahkan Hillary. Mereka harus melewati waktu yang sulit untuk menyesuaikan diri dengan itu," kata Rob Brunello, yang diasingkan oleh keluarga dan teman-temannya karena mendukung Trump.

Sampai saat ini, Gedung Putih belum memberi komentar tentang hasil jajak pendapat ini.(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.