2017, diplomasi ekonomi Indonesia alami peningkatan
2017, diplomasi ekonomi Indonesia alami peningkatan. Pada kesempatan Pernyataan Pers Tahunan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa nilai perdagangan Indonesia dengan negara di kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tengah meningkat hingga lebih dari 100 persen.
Selama tahun 2017, Indonesia terus memperkuat diplomasi ekonomi dengan beberapa negara di benua lain khususnya, Afrika, Asia Tengah dan Selatan, Eropa, hingga Amerika Latin.
Pada kesempatan Pernyataan Pers Tahunan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa nilai perdagangan Indonesia dengan negara di kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tengah meningkat hingga lebih dari 100 persen. Bahkan, kesempatan kerja sama bagi perusahaan Indonesia pun sangat besar, khususnya di sektor infrastruktur, energi dan industri strategis.
"Selama tahun 2017, Saya dan Wamenlu telah melakukan tiga kali kunjungan ke Afrika sebagai Indonesia Incorporated. Beberapa sektor swasta dan BUMN Indonesia berhasil menembus kawasan Afrika," kata Menlu Retno, di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (9/1).
Menlu Retno menjelaskan, kerja sama juga diintensifkan melalui Konsultasi Bilateral dan Pertemuan Komisi Bersama dengan enam negara Amerika Latin, yaitu Meksiko, Jamaika, Peru, Kosta Rika, Argentina dan Ekuador. Selain itu realisasi kontrak baru juga terjadi di beberapa indusri dengan beberapa negara.
"Realisasi kontrak itu antara lain pembelian 250 gerbong kereta api PT INKA oleh Bangladesh, radioisotop dari PT Inuki oleh Meksiko, dan produk pesawat dari PT DI oleh Meksiko dan Senegal," paparnya.
Di saat yang sama, kata Menlu Retno, upaya intensif untuk memantapkan, memperluas, dan memperdalam pasar tradisional seperti Uni Eropa, Amerika Utara, dan Asia juga terus dilakukan.
Untuk kerja sama dengan Eropa, nilai perdagangannya mengalami peningkatan rata-rata di atas 50 persen. Adapun negara-negara tersebut antara lain Finlandia, Latvia, Lithuania, dan Estonia.
"Sementara itu, investasi dari negara-negara Eropa tercatat meningkat tajam mencapai 100 persen antara lain Swiss dan Jerman, bahkan mencapai di atas 500 persen, antara lain Swedia dan Denmark," jelasnya.
Dengan diplomasi ekonomi yang dijalankan semua Perwakilan Indonesia, maka dalam Trade Expo Indonesia 2017, telah hadir 5,045 pengusaha dan pengunjung asing dari 116 negara yang membawa total transaksi sebesar USD 1,4 miliar. Sebuah peningkatan 37,36 % dibanding transaksi tahun lalu.
(mdk/pan)