2016 Tahun kemenangan bagi Putin
2016 Tahun kemenangan bagi Putin. Dalam pidatonya di siaran televisi menyambut Tahun Baru kemarin Putin menyampaikan terima kasih kepada rakyatnya setelah melewati tahun 2016 dengan kesuksesan. Tujuan Putin adalah mengurangi pengaruh AS di mata dunia sekaligus memastikan kepentingan Rusia tetap tercapai.
Dalam pidatonya di siaran televisi menyambut Tahun Baru kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan terima kasih kepada rakyatnya setelah melewati tahun 2016 dengan kesuksesan.
Setelah menjadi perantara perundingan gencatan senjata di Suriah dan mendapat serangkaian pujian dari presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, Putin kian percaya diri memasuki tahun 2017.
"Kita bekerja dengan sukses dan meraih banyak pencapaian. Saya ingin berterima kasih atas kemenangan ini, pencapaian dan kepercayaan kalian terhadap Rusia," ujar Putin, seperti dilansir koran the Washington Post, Ahad (1/1).
Putin dikenal sangat populer di negaranya dan kedudukannya di mata dunia internasional kian mantap setelah dia memimpin keterlibatan Rusia di Suriah.
Tak hanya itu, Rusia juga disebut-sebut mencampuri proses pemilihan presiden Amerika yang baru lalu.
Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) menyimpulkan Rusia sudah ikut campur dalam pemilihan presiden 8 November lalu dan membantu Donald Trump meraih kemenangan.
Rusia kini memang bukan Uni Sovyet dan ini bukan lagi masa Perang Dingin, Moskow tidak sedang berusaha menjadi dominan di panggung dunia. Tujuan Putin adalah mengurangi pengaruh AS di mata dunia sekaligus memastikan kepentingan Rusia tetap tercapai.
Meski begitu kekuatan Rusia saat ini masih dibatasi oleh perekonomian yang lemah jika dibanding AS. Putin tidak bisa berbuat sesuka hatinya dan sampai sejauh mana Donald Trump nanti akan akrab dan bekerja sama dengan dia masih belum jelas. Sejauh ini Trump menjadi kawan dekat Putin.
"Putin saat ini sedang menyampaikan bagaimana tatanan dunia baru dengan bantuan dari negara Barat yang selama ini menentangnya. Tapi secara ekonomi Rusia masih lemah dan rentan dari segi politik," kata pengamat senior dari Pusat Carnegie Moscow, Andrei kolesnikov.
Baca juga:
Trump puji Putin tak marah soal pengusiran 35 diplomat Rusia dari AS
Wajah duka Putin hadiri upacara kematian Dubes Rusia untuk Turki
Bisik-bisik Presiden Putin dan Jokowi soal menteri perempuan
Clinton sebut kekalahannya karena perbuatan Putin
Putin kembali jadi orang paling berpengaruh di dunia versi Forbes