LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

2 Aktivis buruh China hilang saat usut pabrik sepatu Ivanka Trump

Mereka dituduh merekam pembicaraan secara ilegal.

2017-05-31 16:35:26
Buruh
Advertisement

Dua pegiat buruh China, Su Heng dan Li Zhao, hilang saat sedang menyelidiki praktik kerja di sebuah pabrik memproduksi sepatu Ivanka Trump, Huajian Internatiional, di negara itu. Sedangkan seorang lagi ditahan polisi.

Aktivis buruh ditahan itu adalah Hua Haifeng. Dia merupakan anggota lembaga swadaya masyarakat China Labor Watch. Menurut sang istri, Deng Guinian, suaminya dicokok pada Sabtu pekan lalu.

"Dia dituduh menguping," kata Deng seperti dilansir dari laman The New York Times, Rabu (31/5).

Deng mengatakan baru menerima kabar soal penahanan suaminya usai ditelepon oleh polisi dari Biro Keamanan Masyarakat kemarin. Menurut polisi, tidak jelas kapan suaminya bakal dibebaskan.

Menurut Deng, suaminya sudah lebih dari satu dekade bekerja di LSM itu. Dia juga menjadi tulang punggung keluarga buat menghidupi kedua anaknya perempuannya berumur tujuh dan tiga tahun, serta tiga kerabat.

"Saya panik waktu ditelepon. Marah sekali dan hampir lepas kendali," ujar Deng.

Hua dan dua rekannya sedang menyamar di dua pabrik sepatu membuat alas kaki dijual Ivanka Trump dan merek lain, yakni terletak di wilayah Ganzhou dan Dongguan.

Hua dan Li Zhao menyamar di pabrik utama Huajian International di Dongguan. Letaknya sekitar 50 mil dari Sungai Mutiara, Hong Kong. Ada lima ribu pekerja di sana. Namun, Li ketahuan memotret keadaan di dalam pabrik melalui ponselnya kemudian dipecat setelah lima hari bekerja. Sedangkan Su Heng masuk ke pabrik kedua di Ganzhou, yang memiliki tiga ribu pekerja.

Menurut LSM mempekerjakan mereka, Li memang sempat ditanyai oleh polisi, tetapi tidak ditahan. Dia kemudian pergi ke Ganzhou lalu hilang. Sedangkan Hua ditahan saat hendak menuju Hong Kong buat menggelar jumpa pers diadakan oleh China Labor Watch. Dia ketahuan sedang menyelidiki pabrik itu.

Mereka terakhir terlihat di Kota Ganzhou, Provinsi Jianxi. LSM itu sedang mencari tahu keadaan buruh di kedua perusahaan. Temuan awal mereka adalah para pekerja di sana bekerja dalam waktu terlampau lama.

Direktur China Labor Watch, Li Qiang, menyatakan ketiga anggotanya tidak melakukan kegiatan ilegal apalagi menguping menggunakan peralatan khusus. Dia menduga ketiganya hanya ditahan gara-gara penggunaan ponsel.

"Saya pikir polisi cuma mencari-cari masalah," kata Li.

Soal ini, manajemen Ivanka Trump ogah memberikan komentar. Sedangkan pemegang lisensi pembuatan sepatu Ivanka Trump di China, Marc Fisher Footwear, menyatakan tidak tahu menahu soal tuduhan terhadap para aktivis itu.

Pemerintah China masih bersikap keras terhadap para pegiat hak asasi dan advokasi di sana. Sejak beberapa tahun belakangan, sudah lebih dari selusin aktivis Tiongkok dibui.

Menurut Li yang mendirikan China Labor Watch pada 2000 baru kali ini anggotanya ditahan. Padahal sebelumnya mereka sudah menyelidiki beragam kasus perburuhan, termasuk di pabrik perakitan Apple dan Samsung. Dia memperkirakan kejadian ini lantaran mereka memutuskan menyelidiki kondisi kerja di pabrik pembuat sepatu Ivanka Trump. Sebab, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan keluarganya juga punya kepentingan bisnis dengan China. Trump juga baru-baru ini mendaftarkan 75 hak paten di China. Sedangkan sang menantu, Jared Kushner, juga berusaha merayu pemodal Tiongkok supaya mau menanamkan modal di proyek properti. Jaren juga sedang dibidik Biro Penyelidik Federal (FBI) atas dugaan kolusi dengan Rusia dalam masa kampanye kepresidenan sang mertua dan sesudahnya.

Huajian International dikenal sebagai pabrik sepatu perempuan terbesar di dunia. Namun menurut mereka, jumlah produksi sepatu Ivanka Trump hanya sekitar 100 ribu pasang setahun. Sedangkan mereka bisa membikin delapan juta pasang sepatu, termasuk mereka lain seperti Coach dan Alain Delon. Juru bicara perusahaan, Wei Xuegang, menolak berkomentar soal hilangnya para aktivis. Di perusahaannya di Dongguan, mereka hanya memproduksi hak sepatu Ivanka Trump. Kemudian setelah jadi dikirim ke pabrik di Ganzhou buat disatukan hingga selesai. Wei juga menyangkal kalau ada kegiatan pegiat buruh di perusahaan itu.

Dari hasil wawancara diam-diam dengan para pekerja Huajian International, mereka mengaku sering bekerja melebihi waktu. Yakni sepuluh jam sehari atau lebih, enam hari dalam sepekan. Namun Wei berdalih mereka sedang berusaha mengejar tenggat produksi yang mepet, dan pekerja setuju bekerja lembur dengan bayaran. Menurut dia, ada juga masa di mana jam kerja normal karena pesanan tidak terlampau banyak.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.