170 orang disandera di sebuah Hotel di Mali, WNI selamat
Sejauh ini tiga orang dilaporkan tewas.
Sebanyak 170 orang disandera pria yang memegang senjata di dalam Hotel Radisson Blu di Ibu Kota Bamako, Mali. Para sandera terdiri dari 140 tamu hotel dan 30 pegawai. Sejauh ini tiga orang dilaporkan tewas.
Para tamu ini merupakan sejumlah diplomat. Mereka datang dengan kendaraan diplomatik, Jumat (20/11) pagi.
"Sempat terdengar suara tembakan beberapa kali," ucap seorang saksi yang bekerja di pusat kebudayaan dekat hotel, Amadou Keita, seperti dikutip dari CNN.
Hingga berita diturunkan, tentara Mali dan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah berjaga-jaga di sekeliling hotel.
Serangan ini terjadi sehari setelah Presiden Prancis Francois Hollande memuji pasukannya yang berhasil memerangi militan di negara Afrika. Sementara itu, menurut juru bicara MINUSMA, hotel tersebut merupakan tuan rumah dari pertemuan perdamaian yang dihadiri berbagai delegasi dari berbagai negara.
"Hotel ini menjadi tempat berkumpulnya delegasi yang membicarakan masalah perdamaian di dunia," kata Olivier Saldago.
MINUSMA sendiri merupakan misi PBB untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Mali. Misi ini sudah dilakukan sejak 2013 untuk memerangi militan yang mengatasnamakan Islam di Mali.
Informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dakkar, Ethiopia, mengatakan, ada 117 warga negara Indonesia di Mali. Dua orang disebutkan bekerja di PBB dan sebanyak 115 orang merupakan TNI yang tergabung dalam misi PBB MINUSMA ini.
"Hasil cek seluruhnya dalam kondisi selamat. KBRI sendiri masih terus melakukan pengecekan apakah pada saat kejadian ada WNI di hotel tersebut," tutur Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Lalu Muhammad Iqbal, kepada merdeka.com.(mdk/pan)