11 korban \'penembakan Batman\' di Denver masih kritis
Masih ada 30 korban penembakan dirawat di rumah sakit.
Sebelas dari 70 korban penembakan bioskop Century 16 di pinggiran kota Denver selama pemutaran tengah malam film baru Batman 'The Dark Knight Rises' kemarin masih dalam kondisi kritis hingga Sabtu pagi ini. Mereka mengalami luka tembak parah akibat serangan membabi buta tersangka James Eagan Holmes (24).
Kepala Kepolisian Aurora, Dan Oates, mengatakan bahwa dari 71 korban, 12 meninggal dan 59 cedera. "Sejauh ini masih ada 30 orang dirawat di rumah sakit, 11 kondisinya kritis" kata dia seperti dilansir Reuters, Sabtu (21/7).
Seorang pria bersenjata, memakai masker gas dan baju besi membunuh 12 orang pada pertunjukan perdana tengah malam film Batman baru di daerah pinggiran Denver, yang menyulut kekacauan ketika ia melemparkan tabung gas ke dalam gedung bioskop dan memberondongkan tembakan ke arah penonton.
Polisi tiba di lokasi kejadian dalam waktu 90 detik setelah panggilan darurat pertama, dan segera menahan tersangka di tempat parkir di belakang gedung bioskop itu. "Ketika ditangkap tersangka menyerah tanpa perlawanan," kata Oates.
Tersangka rupanya memasang ranjau di apartemennya di Aurora dengan peledak canggih, yang membahayakan polisi dan tim penjinak bom yang datang menggeledah kediamannya.
Menurut Oates, tersangka bersenjatakan senapan serang AR-15, senjata laras pendek ukuran 12 dan pistol Glock kaliber .40. Polisi juga menemukan sebuah pistol lain kaliber .40 di dalam mobilnya yang diparkir di luar pintu gerbang belakang gedung bioskop tersebut, kata Qates.
Holmes adalah seorang mahasiswa kedokteran Universitas Colorado yang sedang dalam proses keluar dari program pascasarjana di bidang ilmu syaraf. Personil militer Amerika dan tiga warga Indonesia termasuk dalam korban cedera. Belum diketahui motif tersangka melancarkan serangan tersebut.