100 Tahanan kabur usai Ekuador diguncang gempa 7,8 SR
30 Orang tahanan yang kabur telah kembali ke penjara, sebagian menyerahkan diri ke polisi.
Menteri Kehakiman Ekuador Ledy Zuniga menyatakan, sedikitnya 100 tahanan di penjara Ekuador kabur usai gempa 7,8 skala richter mengguncang wilayah tersebut kemarin. Sputnik Senin (18/4) melaporkan, para tahanan bisa kabur lantaran gedung penjara tempat mereka dibui hancur akibat gempa tersebut.
"Akibat gempa yang meruntuhkan bangunan penjara, sebanyak 100 orang tahanan kabur," ucapnya.
Meski demikian, Zuniga mengatakan, 30 dari 100 tahanan yang kabur telah kembali ke penjara.
"Beberapa di antara mereka yang kembali, menyerahkan diri kepada polisi," kata Zuniga melalui akun Twitter, @ledyzuniga.
Data terakhir korban gempa Ekuador mencapai 262 jiwa, sementara korban luka hingga 2.500 orang. Diperkirakan angka tersebut akan terus bertambah seiring banyaknya korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.
Gempa berpotensi tsunami ini terjadi di pantai tengah Ekuador dan berpusat 173 kilometer dari Ibu Kota Quito. Bencana alam ini tentunya menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.
Sebanyak 10 ribu tentara dan 4.600 polisi telah disiagakan untuk membantu proses penyelamatan. Tak hanya dari dalam negeri, beberapa personel tim penyelamat negara tetangga, seperti Venezuela, Meksiko dan Chili, turut membantu untuk menyelamatkan mereka yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.
(mdk/ard)