LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. CEK-FAKTA

Mengupas Makna Minal Aidin Wal Faizin yang Sering Diucapkan Saat Lebaran

Sebenarnya apa sih makna atau arti dari minal aidin wal faizin yang sering kita ucapkan untuk saat saling bermaafan.

2023-04-21 07:03:00
Idul Fitri
Advertisement

Kalimat 'minal aidin wal faizin' kerap kali diucapkan masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri. Ucapan ini juga diikuti dengan mohon maaf lahir batin.

Bukan hanya diucapkan secara langsung, kalimat minal aidin wal faizin juga sering kita jumpai tertulis pada spanduk-spaduk yang dipasang di jalan-jalan.

Kebanyakan orang menilai kalimat 'minal aidin wal faizin' memilik arti mohon maaf lahir dan batin. Sehingga selalu diucapkan saat lebaran. Namun, nyatanya arti dari kalimat tersebutkan bukanlah mohon maaf lahir batin.

Advertisement

Sebenarnya apa sih makna atau arti dari minal aidin wal faizin yang sering kita ucapkan untuk saat saling bermaafan. Berikut ulasannya:

Sejarah Ucapan Minal Aidin Wal Faizin

Ternyata kalimat minal aidin wal faizin memiliki sejarahnya sendiri. Terutama terkait Perang Badar, perang antara umat Islam melawan Quraisy. Melansir berbagai sumber, dalam sejarah Islam, perayaan Idul Fitri pertama kali adalah pada 624 Masehi atau tahun kedua hijriah. Waktu tersebut bertepatan dengan selesainya Perang Badar yang dimenangkan oleh kaum Muslimin.

Advertisement

Perang Badar sendiri terjadi pada 17 Ramadan dan pasukan Rasulullah hanya berjumlah sedikit dibandingkan musuh. Namun berkat perlindungan dan bantuan Allah SWT, Perang Badar bisa dimenangkan oleh Rasulullah dan para pasukannya.

Kemenangan Perang Badar lantas dirayakan secara besar-besaran, sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Dari kemenangan inilah, muncul ungkapan “Minal ‘Aidin wa Faizin” yang versi lengkapnya, “Allahummaj ‘alna minal ‘aidin walfaizin”. Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali (dari Perang Badar) dan mendapatkan kemenangan.”

Pada perayaan Idul Fitri pertama ini, kaum muslimin merayakan dua kemenangan perdana. Yaitu pencapaian ritual puasa Ramadan setelah berjuang menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, sekaligus keberhasilan dalam Perang Badar.

Makna dan Arti Minal Aidin Wal Faizin

Dilansir dari Liputan6.com, arti dan makna minal aidin wal faizin menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya (Salafus Salih). Kalimat minal aidin wal faizin mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli. Ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita di hari raya.

Kalimat minal aidin wal faizin arti diterjemahkan menjadi "semoga kita semua tergolong orang yang kembali dan berhasil". Jadi minal aidin wal faizin arti dan maknanya adalah doa dan harapan agar kita semua menjadi golongan orang yang kembali ke fitrah atau suci.

Fitrah yang sejati itu mengandung kebaikan, kemuliaan, kejujuran, dan persaudaraan. Berhasil memiliki makna dalam berpuasa dan berhasil atau mampu menahan hawa nafsu. Minal Aidin wal Faizin arti dan maknanya yaitu pencapaian seorang mukmin setelah berpuasa penuh dan melawan hawa nafsunya dengan beribadah kepada Tuhannya di bulan Ramadan.

 

Menjadi Tradisi Indonesia

©2020 Merdeka.com

Sejatinya, kalimat ucapan minal aidin wal faizin saat Lebaran hanya populer di Indonesia. Dikutip dari situs tvMu, Hari Raya Idul Fitri di wilayah Timur Tengah identik dengan ucapan "Eid Mubarak".

Mayoritas masyarakat Muslim di sana juga mengucapkan "taqabbalallahu minna wa minkum" saat Idul Fitri, yang memiliki arti "Semoga Allah SWT menerima amal ibadahku dan amal ibadah kalian".

Bacaan taqabbalallahu minna wa minkum adalah yang paling populer di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW, dibadingkan bacaan “minal "aaidiin wal faaiziin".

Walaupun begitu, para ulama telah menegaskan, bahwa ucapan selamat untuk datangnya hari raya, tidak ada batasannya. Selama ucapan tersebut mengandung arti baik maka sah-sah saja untuk mengucapkannya.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.