CEK FAKTA: Video Penampakan Cacing Kebanyakan Sosis dan Nugget?
Video operasi pengangkatan cacing yang tersebar tidak disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak matang atau akibat daging yang diawetkan.
Beredar video memperlihatkan proses operasi pengangkatan cacing dari usus. Dalam video itu, tampak cacing sudah bergulung dan menyumbat usus besar. Penampakan cacing tersebut diklaim sebagai akibat makan makanan dari daging yang lama diawetkan.
Berikut narasinya:
“Akibat makan sosis, naget dan sejenisnya, dari daging yg lama di awetkan.. ngerinya”
Penelusuran
Setelah ditelusuri, video yang menampilkan operasi pengangkatan cacing bukan karena efek seseorang makan daging yang diawetkan. Dilansir dari Tirto, Cacing di video itu adalah cacing Ascaris yang biasa disebut cacing gelang, yang dapat menyebabkan infeksi dalam usus manusia. Seseorang dapat terserang ascariasis akibat kontak dengan tanah yang terkontaminasi tinja manusia.
Video serupa juga tersebar di media sosial Twitter. Akun yang membagikan informasi ini adalah @DokterPodcast. Video ini diunggah dengan tulisan sebagai berikut:
"Cacingan sampe bergulung membentuk gumpalan yang menyumbat di usus (bezoar) udah jarang ditemui di era modern… Tapi ternyata masih ada aja di Indonesia @blogdokter"
Tirto mengonfirmasi akun @DokterPodcast dan menanyakan asal muasal video tersebut. Berdasarkan penuturan pemilik akun, video tersebut didapat dari tim rumah sakit, sementara penyebabnya adalah cacing Ascaris.
Tim @DokterPodcast juga mengonfirmasi bahwa tidak benar jika video tersebut disandingkan dengan narasi dampak buruk mengonsumsi "makanan tidak matang" apalagi sushi.
Sementara itu dilansir dari situs kesehatan alodokter.com, ascariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides atau biasa disebut dengan cacing gelang. Telur cacing gelang bisa ditemukan di tanah yang terkontaminasi oleh tinja manusia.
Oleh sebab itu, seseorang dapat terserang ascariasis akibat kontak dengan tanah yang terkontaminasi tersebut, misalnya karena mengonsumsi bahan makanan yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi atau menyentuh mulut dengan tangan yang tidak dicuci terlebih dahulu setelah menyentuh tanah.
Telur yang masuk ke dalam tubuh akan menetas di usus dan menjadi larva. Selanjutnya, larva akan masuk ke paru-paru melalui aliran darah atau aliran getah bening. Setelah berada di paru-paru selama 10–14 hari, larva akan menuju ke tenggorokan. Pada tahap ini, penderita akan batuk sehingga larva tersebut keluar atau bisa juga tertelan lagi dan kembali ke usus.
Larva yang kembali ke usus akan tumbuh menjadi cacing jantan atau betina, kemudian berkembang biak. Cacing betina dapat tumbuh sepanjang 40 cm dengan diameter 6 mm dan bisa menghasilkan 200.000 telur cacing per hari. Sebagian telur cacing akan keluar melalui feses dan mengontaminasi tanah Sedangkan, sebagian lagi akan menetas kemudian pindah ke paru-paru dan menjadi cacing dewasa di usus. Seluruh siklus tersebut bisa memakan waktu sekitar 2–3 bulan.
Jika tidak ditangani, cacing dewasa dapat bertahan hidup dan berkembang biak di dalam tubuh manusia selama 1–2 tahun. Artinya, selama itu akan ada telur baru dan cacing dewasa yang baru pula sehingga ascariasis bisa berlangsung dalam waktu yang sangat lama.
Kesimpulan
Video operasi pengangkatan cacing yang tersebar tidak disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak matang atau akibat daging yang diawetkan.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://tirto.id/mitos-dan-fakta-video-pengangkatan-cacing-ascaris-f78o
https://www.alodokter.com/ascariasis
https://turnbackhoax.id/2022/09/14/salah-video-cacing-akibat-makan-sosis-naget-dan-sejenisnya-dari-daging-yg-lama-di-awetkan/