CEK FAKTA: Tidak Benar IDI Keluarkan Pernyataan Wabah Pengerasan Otak
Informasi 19 minuman menyebabkan wabah diabetes, kanker otak hingga mematikan sumsum tulang belakang yang catut nama IDI adalah hoaks. IDI melalui BPOM membantah telah mengeluarkan pernyataan tersebut.
Sebuah pesan beredar di WhatsApp dengan klaim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah membagikan informasi adanya wabah pengerasan otak (kanker otak), pengerasan sumsum tulang belakang, dan diabetes. Pesan ini juga catut beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Fatmawati, Rumah Sakit Siloam dan RS lain yang turut memberikan informasi.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menghindari 19 merk minuman yang dinilai mengandung aspartam. Bahan terebut diklaim memiliki pengaruh yang lebih keras dari biang gula dan berpotensi menyebabkan diabetes hingga mematikan sumsum tulang belakang.
Berikut narasi yang dibagikan.
"[ ‼️‼️WARNING‼️‼️
Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
👉1. Extra Joss,
👉2. M-150,
👉3. Kopi Susu Gelas (Granita),
👉4. Kiranti,
👉5. Krating Daeng,
👉6. Hemaviton,
👉7. Neo Hemaviton,
👉8. Marimas,
👉9. Segar Sari shachet,
👉10. Frutillo,
👉11. Pop Ice,
👉12. Segar Dingin Vit. C,
👉13. Okky Jelly Drink,
👉14. Inaco,
👉15. Gatorade,
👉16. Nabati,
👉17. Adem Sari,
👉18. Naturade Gold,
👉19. Aqua Splash Fruit.
Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.
Info:
RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS
Nara sumber :Dr. H. Ismuhadi, MPH"
Penelusuran
Dilansir dari liputan6.com, BPOM melalui "Press Release Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia tentang Bantahan atas Berita terkait dengan Keamanan Aspartam" mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Dalam press release tersebut dikonfirmasi bahwa IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti pesan yang beredar. BPOM menambahkan, berdasarkan Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009, aspartam dikategorikan sebagai bahan yang aman untuk dikonsumsi dengan ketentuan penggunaan yang telah ditetapkan.
Dilansir dari hellosehat.com, aspartam merupakan pemanis buatan yang dibuat dari gabungan dua asam amino, yakni asam asam aspartat dan fenilalanin. Aspartam biasanya digunakan sebagai pengganti gula pada makanan dan minuman karena memiliki tingkat rasa manis yang lebih tinggi tetapi jumlah kalori yang dikandung sama.
Aspartam biasanya justru dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat diabetes sebagai pengganti gula. Meski begitu, mengonsumsi aspartam tetap disarankan untuk tidak melebihi batas yang ditentukan, yakni 40 ml/berat badan tiap harinya.
Merujuk pada tanggal press rilis yang dikeluarkan BPOM, informasi serupa ternyata pernah beredar sejak tahun 2010 lalu.
Kesimpulan
Informasi 19 minuman menyebabkan wabah diabetes, kanker otak hingga mematikan sumsum tulang belakang yang catut nama IDI adalah hoaks. IDI melalui BPOM membantah telah mengeluarkan pernyataan tersebut.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sumber:
https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/5105839/cek-fakta-tidak-benar-idi-umumkan-wabah-pengerasan-otak-hingga-sumsum-tulang-belakang-dan-hindari-19-minuman-penyebabnya
https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/apa-itu-aspartam/
Reporter Magang: Aslamatur Rizqiyah
(mdk/lia)