CEK FAKTA: Membedong Agar Tulang Belakang Bayi Menjadi Kuat? Simak Faktanya
Bedong bermanfaat juga membuat tulang belakang semakin kuat dan rangka tubuh bayi menjadi sempurna adalah keliru. Membedong bayi dapat mengakibatkan dislokasi panggul.
Beredar unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa membedong bayi selain untuk menghangatkan tubuh, bermanfaat juga membuat tulang belakang semakin kuat dan rangka tubuh bayi menjadi sempurna.
“Bedong anak sejak dini itu manfaatnya bukan untuk menghangatkan tubuh bayi saja tapi ada beberapa gerakan yg bisa membuat tulang belakang bayi semakin kuat jadi anak bisa tumbuh dengan lebih baik dan rangka tubuh sempurna.” narasinya.
©Istimewa
Penelusuran
Berdasarkan laporan Kominfo, klaim bahwa membedong bayi dapat membuat tulang belakang bayi semakin kuat dan rangka tubuh sempurna adalah salah. Dokter spesialis bedah ortopedi Faisal Miraj mengatakan bahwa membedong bayi dapat mengakibatkan dislokasi panggul.
"Orang membedong anggapannya biar kaki enggak bengkok, padahal ini berbahaya," katanya dikutip dari CNNIndonesia.
Faisal menjelaskan bayi memiliki sendi panggul yang lentur. Kebiasaan membedong membuat posisi kaki bayi lurus dan rapat. Sendi panggul yang lentur ini kemudian tertarik masuk. Namun saat bedong dilepas, sendi panggul akan kembali keluar.
Kebiasaan pasang bedong dan lepas bedong berulang justru akan menyebabkan sendi panggul lama-kelamaan keluar. Membedong dapat membuat pertumbuhan tulang anak terganggu. Panjang tungkai berbeda dan anak dapat berdiri atau berjalan miring.
"Di sini seharusnya mangkok sendi bagus, bonggol panggul berada pada tempatnya, tapi terjadi dislokasi panggul," imbuhnya.
Dislokasi panggul ini akan juga berisiko menyebabkan kepincangan karena panjang kaki yang berbeda. Sendi panggul yang abnormal ini terlihat dari jumlah lipatan pada kulit paha belakang. Saat bayi pada posisi tengkurap, perhatikan lipatan pada kulitnya. Jika jumlahnya berbeda antara kedua sisinya, kata dia, maka ada sesuatu yang salah pada sendi panggul.
Faisal pun mengingatkan orang tua untuk tidak lagi membedong bayinya. Sebaiknya bayi dibiarkan pada posisi natural yakni agak mengangkang. Pada posisi ini, bonggol panggul berada pada mangkoknya sehingga pertumbuhan tulang anak normal. Orang tua pun tak perlu khawatir kaki anak bakal bengkok.
Dilansir dari situs kesehatan alodikter.com, tadisi bedong bayi juga memiliki sejumlah risiko, terutama jika cara bedongnya salah. Bedong bayi yang salah bisa menyebabkan Sudden infant death syndrome (SIDS) bayi tiba-tiba meninggal dunia tanpa diketahui penyebabnya. SIDS sering terjadi saat bayi sedang tidur.
Bayi berisiko mengalami SIDS apabila saat dibedong dia mengubah posisi menjadi menyamping atau telungkup. SIDS juga bisa terjadi bila bedong bayi terlalu longgar, sehingga kain berisiko bergeser dan menutupi mulut dan hidung bayi. Hal ini bisa membuat bayi sulit bernapas. Selain itu, bedong bayi yang terlalu ketat dapat membuat Si Kecil kepanasan dan meningkatkan risiko SIDS.
Untuk menghindari efek berbahaya dari bedong bayi, cobalah untuk mengikuti cara aman membedong bayi berikut ini:
- Bentangkan kain lampin, lalu lipat sedikit pada salah satu sudutnya. Letakkan bayi di atas kain lampin dengan posisi kepala di tepi sudut yang dilipat. Sambil memegang bayimu, bawalah salah satu sisi kain ke tubuhnya, boleh sisi kanan atau kiri terlebih dahulu, lalu selipkan di bawah tubuhnya.
- Tutup bagian kaki bayi dengan melipat sisi bawah kain lampin ke atas. Berikan sedikit ruang agar kakinya bisa bergerak.
- Bawalah sisi lain kain ke tubuh bayi, lalu selipkan hingga menyisakan leher dan kepalanya yang tidak terbungkus kain.
- Setelah bayi dibedong, pastikan untuk meletakkan bayi dalam posisi telentang. Selain itu, hindari penggunaan bantal hingga usia bayi mencapai dua
- Sebagian bayi ada yang lebih menyukai lengannya terbebas dari bedong. Jika bayimu lebih menyukai posisi seperti ini, cukup ikuti petunjuk bedong bayi di atas, tapi selipkan tiap sudut selimut di bawah ketiaknya, bukan di atas bahunya, agar tangannya terbebas dari lampin.
Kesimpulan
Bedong bermanfaat juga membuat tulang belakang semakin kuat dan rangka tubuh bayi menjadi sempurna adalah keliru. Menurut Dokter spesialis bedah ortopedi Faisal Miraj, bahwa membedong bayi dapat mengakibatkan dislokasi panggul.
Disarankan untuk orang tua tidak lagi membedong bayinya, sebaiknya dibiarkan pada posisi natural yakni agak mengangkang. Pada posisi ini, bonggol panggul berada pada mangkoknya sehingga pertumbuhan tulang anak normal.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180808092603-260-320437/dokter-ortopedi-bedong-berisiko-sebabkan-kelainan-tulang
https://www.alodokter.com/hati-hati-inilah-bahayanya-membedong-bayi