CEK FAKTA: Hoaks Video Khofifah Dipecat Karena Ambil Uang Rakyat untuk Kampanye Anies
Faktanya, isi video terkait penggeledahan oleh KPK ke kantor Gubernur Khofifah usai menangkap tangan atau OTT Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak. Tidak ada kaitannya dengan Anies Baswedan.
Sebuah unggahan video yang mengatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dipecat secara tidak hormat. Dalam narasinya, pemecatan Khofifah karena mengambil uang rakyat untuk kampanye Anies Baswedan.
Video tersebut diunggah di Facebook pada 27 Desember 2022, disertakan dengan bernarasi:
"N4SIB TR4GIS KHOFIFAH DI P3CAT SECARA TID4K HORMAT G4RA G4RA G0ND0L DANA RAKYAT BUAT KAMP4NYE ANIS".
Video tersebut merupakan gabungan video yang berisi kegiatan Khofifah bersama wakilnya Emil Dardak. Serta video yang menampilkan sejumlah orang yang menggunakan rompi bertulisan KPK masuk ke sebuah ruangan.
Muncul juga potongan video Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.
Penelusuran
Hasil penelusuran merdeka.com yang dilakukan dengan melihat secara keseluruhan video berdurasi 8:26. Tidak menemukan penyataan terkait pemecatan Khofifah dari jabatannya karena menggunakan uang rakyat untuk kampanye Anies Baswedan.
Terkait isi video merupakan potongan-potongan kegiatan Khofifah bersama Emil Dardak. Tidak ada kaitannya dengan narasi dalam unggahan yang beredar.
Di awal video terlihat Sekda Jawa Timur Adhy Karyono sedang diwawancara terkait penggeledahan ruangan gubernur Jawa Timur terkait dengan operasi tangkap tangan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak.
Video tersebut identik dengan yang diunggah kompastv berjudul "KPK Bawa Keluar 3 Koper Saat Geledah Ruangan Gubernur, Wagub, dan Sekda Jatim!," pada 22 Desember 2022.
Kemudian video sejumlah orang yang menggunakan rompi bertulisan KPK masuk ke kantor gubernur Jawa Timur. Salah satunya diunggah YouTube CNN Indonesia berjudul "Kantor Gubernur Jatim Digeledah, Sekda: KPK Hanya Lihat Lihat," pada 23 Desember 2022.
Video manampilkan Menteri Luhut terkait operasi tangkap tangan oleh KPK dinilai merusak citra negara. Video tersebut diunggah YouTube Kompastv berjudul "Ini Pernyataan Luhut Soal OTT KPK Tidak Bagus, Bikin Negara Jelek," pada 20 Desember 2022.
Narasi dalam video identik dengan berita berjudul "Ruang Kerja Digeledah KPK, Benarkah Ada 'Operasi Politik' Gembosi Khofifah Karena Potensial Jadi Cawapres Anies?" diunggah suara.com pada 25 Desember 2022.
Berita itu terkait Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menuai sorotan. Tindakan itu dipandang sebagai bagian dari operasi politik menggembosi Khofifah.
Diketahui, penggeledahan ruang kerja Khofifah dan Emil dilakukan sebagai tindak lanjut KPK usai menangkan tangan atau OTT Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak.
Adapun asumsi penggeledahan sebagai upaya menggembosi Khofifah itu tidak terlepas dari nama Khofifah yang moncer disebut beberapa lembaga survei berpotensi menjadi calon wakil presiden (cawapres). Termasuk untuk mendampingi Anies Baswedan, bakal calon presiden yang diusung NasDem.
Menjawab asumsi tersebut, analis politik sekaligus pendiri lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio tidak yakin penggeledahan sebagai operasi politik untuk menggembosi Khofifah. Mengingat, nama Khofifah belum pasti menjadi cawapres.
"Kalau memang belum pasti ya agak sumir kalau kita dekatkan kasus pemeriksanaan ruang kerja Emil Dardak dan Khofifah Indar Parawansa sebagai sebuah kegiatan politik penggembosan," kata Hendri dalam diskusi daring CrossCheck, Minggu (25/12/2022).
Karena itu Hendri menilai tidak ada kaitan antara penggeledagan yang dilakukan KPK dengan potensialnya nama Khofifah sebagai cawapres.
"Saya tidak melihat ada garis lurus penggerebekan atau pemeriksaan ruang kerja, ya penggeledehan ruang kerja gubernur dan wakil gubernur dengan kegiatan politis. Kecuali memang sejak awal atau sudah diumumkan bahwa pasangan yang akan diusung oleh koalisi perubahan adalah Anies Baswedan dan Khofifah Indar Parawansa," tutur Hendri.
Kesimpulan
Video Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dipecat secara tidak hormat, karena mengambil uang rakyat untuk kampanye Anies Baswedan adalah salah.
Faktanya, isi video terkait penggeledahan oleh KPK ke kantor Gubernur Khofifah usai menangkap tangan atau OTT Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak. Tidak ada kaitannya dengan Anies Baswedan.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://www.facebook.com/100085567705867/videos/3569408810012183
https://www.youtube.com/watch?v=sRkfWL9XV8E
https://www.youtube.com/watch?v=EXRg-UghuD8
https://www.suara.com/news/2022/12/25/121219/ruang-kerja-digeledah-kpk-benarkah-ada-operasi-politik-gembosi-khofifah-karena-potensial-jadi-cawapres-anies?page=all