LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. CEK-FAKTA

CEK FAKTA: Hoaks Tes Sederhana Deteksi Corona Dalam 10 Detik

Informasi mengenai cara mendeteksi corona dalam 10 detik tidak benar dan tidak berdasar. Tes deteksi virus corona yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi oleh WHO adalah tes PCR Litbangkes.

2020-03-04 13:57:39
Cek Fakta
Advertisement

Sebuah informasi mengenai tes sederhana untuk mendeteksi virus corona hanya dalam sepuluh detik beredar di aplikasi WhatsApp.

Narasi dalam pesan tersebut menyebutkan bahwa deteksi bisa dilakukan sendiri tanpa perlu ke dokter atau cek laboratorium. Tes dilakukan dengan mengambil napas dan menahannya selama 10 detik kemudian menghembuskannya.

Berikut pesan yang beredar:

Advertisement

Segera mendesak: Tes sederhana untuk mengenal Virus Corona hanya dalam sepuluh detik tanpa urusan ke Dokter atau Laboratorium, yang belum diketahui siapa pun! Awalnya Corona mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi hingga 28 hari setelah gejala COVID 19 muncul. Dokter Jepang menawarkan tes sederhana yang bisa kita lakukan setiap pagi! Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik! Jika Anda berhasil mengeluarkan napas tanpa batuk, tidak nyaman, lelah, dan kaku di dada, ini membukti kan bahwa tidak ada Fibrosis di paru-paru dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa tidak ada virus! Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan Anda lembab dan tidak kering! Minumlah secangkir air setidaknya sekali setiap 15 menit karena meskipun Virus masuk ke mulut Anda, cairan yang Anda makan secara teratur dapat ditransfer ke perut, dan keasaman lambung akan membunuh virus! Tolong jangan menjadi penonton dan kirimkan ke semua kontak dan grup Anda!, Tks.

Penelusuran

Tim cek fakta merdeka.com menelusuri kabar tersebut. Dilansir dari pernyataan Kominfo, berbasis artikel Kompas.com yang memuat penjelasan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan, informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Menurut Faqih, tes deteksi virus corona yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi oleh WHO adalah tes PCR Litbangkes.

Advertisement

"Yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi WHO adalah Litbangkes tes PCR," jelasnya.

Tes PCR telah dilakukan Litbangkes sejak 1 Februari 2020. Hasil dari tes tersebut dapat diketahui dalam waktu kurang dari 12 jam sejak sampel diterima.

IDI akan mengirimkan seruan ke semua dokter di berbagai wilayah. Di antara imbauan IDI adalah mengaktifkan satuan tugas kesiapsiagaan IDI.

"Segera melakukan rapat koordinasi dengan seluruh elemen dokter di daerah masing-masing baik yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik swasta maupun praktek pribadi," kata Faqih.

"Senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, istirahat cukup, asupan gizi yang baik dan selalu memakai alat pelindung diri saat memberikan pelayanan terhadap pasien," sambungnya.

Kesimpulan

Informasi mengenai cara mendeteksi corona dalam 10 detik tidak benar dan tidak berdasar. Tes deteksi virus corona yang ada di Indonesia dan sudah diakreditasi oleh WHO adalah tes PCR Litbangkes.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.