CEK FAKTA: Hoaks Penularan HIV pada Tentara AS Meningkat Akibat Vaksinasi Covid-19
Unggahan yang mengklaim HIV pada Militer AS meningkat akibat vaksinasi Covid-19 adalah hoaks. Menurut peneliti tidak ada bukti apapun soal vaksin Covid-19 dapat menyebabkan HIV/AIDS.
Beredar tangkapan layar tweet dari akun Twitter @LeadingReport di Instagram dan Facebook. Narasi dalam unggahan itu terkait kasus HIV pada tentara Amerika Serikat diklaim meningkat akibat vaksinasi Covid-19.
"BREAKING: U.S. military is now testing soldiers for AIDS, after DoD database reports 500% increase in HIV since the COVID vaccine rollout."
Jika diterjemahkan menjadi:
"BERITA TERKINI: Militer AS sekarang sedang menguji tentara untuk AIDS, setelah database DoD melaporkan peningkatan HIV sebesar 500% sejak peluncuran vaksin COVID."
Penelusuran
Berdasarkan hasil penelusuran cek fakta merdeka.com, mengutip dari reuters.com, seorang juru bicara DoD (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) mengatakan bahwa klaim tersebut salah. Klaim tersebut merupakan narasi menyesatkan yang beredar di awal tahun 2022.
Unggahan tersebut menyinggung Database Epidemiologi Medis Pertahanan (DMED), yang mencatat lonjakan nyata dalam kasus berbagai kondisi pada tahun 2021 sebagai akibat dari kurangnya pelaporan antara tahun 2016 dan 2020. Salah satunya peningkatan inveksi HIV sebesar 590% setelah kasus-kasus sebelumnya tidak terdaftar dan tidak terhitung. Sementara, pada tahun 2023 dikabarkan terjadi peningkatan sebesar 500%.
Dikutip dari cnbcindonesia.com, menurut Bnar Talabani, dokter dan peneliti berbasis di Cardiff, tidak ada bukti apapun yang masuk akal soal vaksin Covid-19 dapat menyebabkan HIV atau AIDS.
Informasi yang salah ini dibuat untuk menciptakan ketakutan dan menghalangi orang untuk vaksin, yang telah terbukti aman dalam hampir 10 miliar dosis yang diberikan pada orang-orang di seluruh dunia.
Pada unggahan dengan klaim tersebut, sudah diberikan konfirmasi atau keterangan oleh Facebook dan Instagram, jika unggahan tersebut adalah hoaks. Serta pada postingan di Facebook sudah dilampirkan cek fakta dari reuters.com terkait klaim tersebut.
Kesimpulan
Unggahan yang mengklaim HIV pada Militer AS meningkat akibat vaksinasi Covid-19 adalah hoaks. Menurut peneliti tidak ada bukti apapun soal vaksin Covid-19 dapat menyebabkan HIV/AIDS.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi:
https://www.reuters.com/article/factcheck-military-hiv/fact-check-false-claim-resurfaces-of-hiv-spike-in-us-military-tied-to-covid-vaccines-idUSL1N37L2DG
https://www.instagram.com/p/CsW_wyzS00F/
https://www.facebook.com/sue.towner/posts/pfbid0uZeU79jzUw912r7LJC561boTScouAARVsHTACzqA59KR8g1yWF4wZXbuEtXnFYNPl
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20220729071432-37-359490/heboh-vaksin-covid-disebut-penyebab-rentan-hiv-ini-faktanya
Reporter Magang: Azizah Paramayu