LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. CEK-FAKTA

CEK FAKTA: Hoaks Indonesia dan Malaysia Alami Gelombang Panas

Indonesia tidak mengalami gelombang panas, karena terletak di wilayah ekuator, yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas

2021-10-19 12:00:00
Cek Fakta
Advertisement

Informasi gelombang panas melanda Indonesia dan Malaysia beredar di media sosial. Pengunggah informasi menyebutkan gelombang panas mencapai 40 derajat celsius.

istimewa

Advertisement

"#GelombangPanas KIAT MENGHADAPI GELOMBANG PANAS AWAS, GELOMBANG PANAS KINI MELANDA NEGARA KITA -------------------------------- Indonesia, Malaysia dan bbrp negara lain. saat ini sedang mengalami gelombang panas."

Penelusuran

Cek fakta merdeka.com menelusuri informasi tersebut. Hasilnya, informasi tersebut adalah hoaks.

Advertisement

Dalam artikel liputan6.com berjudul "BMKG: Berada di Wilayah Ekuator, Tidak Memungkinkan Terjadi Gelombang Panas" pada 17 Oktober 2021, dijelaskan tidak ada gelombang panas di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah Indonesia tengah mengalami gelombang panas. Meski, suhu di Tanah Air tengah panas.

BMKG menjelaskan gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara, Indonesia tidak terletak pada area itu.

"Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas," tulis BMKG dalam siaran tertulisnya.

"Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat Celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut. Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas," jelas BMKG.

Kesimpulan

Informasi Indonesia dan Malaysia mengalami gelombang panas adalah hoaks. Indonesia tidak mengalami gelombang panas, karena terletak di wilayah ekuator, yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.