CEK FAKTA: Hoaks Banyak Data Orang Meninggal Akibat Vaksin Covid-19
Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tidak menemukan adanya korban meninggal dunia. Efek samping dari vaksin Covid-19 tidak berbahaya mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas, hingga jantung berdebar. Namun, telah kembali normal tanpa pengobatan.
Beredar informasi di media sosial Facebook, yang menyebutkan banyaknya data orang yang meninggal dunia akibat vaksin Covid-19.
Dalam unggahannya, akun tersebut juga mengklaim memiliki banyak bukti bahwa vaksin Covid-19 mempunyai efek samping yang berbahaya. Berikut narasinya:
Begitu banyak data orang meninggal akibat vaksin covid yg aku temukan..
Sampe sampe aku cape baca nya satu persatu..
Dan cape juha buatin posting di media sosial buat buktiin kalo vakin covid punya efek samping yg berbahaya
©Kominfo
Penelusuran
Cek Fakta merdeka.com menelusuri terkait klaim banyaknya data korban meninggal akibat vaksin Covid-19. Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari menegaskan, informasi yang beredar tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
"hoaks," kata Hindra dilansir dari Kompas.com.
Hingga saat ini, kata Hindra, tidak ada yang meninggal dunia karena vaksin Covid-19. Jika di kemudian hari ada yang meninggal dunia karena vaksin, pihaknya akan langsung mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan vaksinasi.
"Tetapi sampai sekarang kami masih merekomendasikan dan menyatakan vaksin Covid-19 ini aman," kata Hindra.
Selain itu, Hindra juga menegaskan, vaksin Covid-19 tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Pasalnya, vaksin Covid-19 Sinovac yang digunakan Indonesia berisi virus mati (inactivated).
Hindra memastikan, hingga kini, dari lebih dari 2 juta orang penerima vaksin, yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisas (KIPI) tidak lebih dari 1 persen.
"Yang terjadi KIPI, kita ngomong proporsi kan, ya sangat sedikit sekali, enggak sampai 1 persen. Kategori sedang, satu dua hari sudah hilang," ujar Hindra.
Hindra meminta masyarakat untuk tidak ragu divaksin Covid-19. Bagi mereka penolak vaksin, ia mengingatkan, agar tidak memengaruhi orang lain.
"Kalau memang tidak mau divaksinasi, jangan ngajak-ngajak orang, seperti mau melindungi padahal menyesatkan dan mengurangi kepercayaan masyarakat," kata dia.
Sementara itu dilansir dari merdeka.com, Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari melaporkan 42 dari 1.000.000 orang yang divaksinasi Covid-19 di Indonesia mengalami KIPI serius. Sementara KIPI ringan sebanyak 5 dari 10.000 orang yang divaksinasi Covid-19.
"Kalau yang serius 42 per 1.00.000," kata Hindra dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemenkes RI, Senin (22/2).
Hindra menyebut, laporan KIPI yang masuk berasal dari 22 provinsi di Indonesia. Mayoritas laporan yang masuk berupa KIPI ringan seperti mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas, hingga jantung berdebar. Namun, laporan KIPI ringan ini telah kembali normal tanpa pengobatan.
"Tanpa pengobatan hilang. Kadang ada yang perlu diobservasi kemudian sembuh tanpa pengobatan," jelasnya.
Kesimpulan
Klaim banyaknya data orang meninggal dunia karena vaksin Covid-19 adalah tidak benar atau hoaks. Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tidak menemukan adanya korban meninggal dunia.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
(mdk/noe)