LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. CEK-FAKTA

CEK FAKTA: Benarkah Makan Daun Pakis Memicu Kanker? Ini Faktanya

Beredar kabar yang menyebutkan mengonsumsi daun pakis berbahaya karena bisa menyebabkan kanker lambung. Pakis diklaim juga sebagai tumbuhan yang sangat racun.

2021-11-18 15:38:49
Cek Fakta
Advertisement

Beredar kabar yang menyebutkan mengonsumsi daun pakis berbahaya karena bisa menyebabkan kanker lambung. Pakis diklaim juga sebagai tumbuhan yang sangat racun.

"Mohon share agar makin banyak orang yg taul Pengetahuan itu berharga. Pakis berbahaya Pakis adih tumbuhan penyebab cancer, tumbuhan ini sangat racun, tak ada serangga yg berani makan. Mohon tdk ig makan tumbuhan ini, tumbuhan ini akan menyebabkan cancer lambung. Akibat makan miding atau paku/pakis, orang-orang Sarawak pengidap cancer lambung paling tinggi. Paku-pakuan adih tumbuhan spora berpembuluh. Dalam proses metabolisma menghasilkan terpenol-glucoside, yg dipastikan sbg zat penyebab utama cancer tumbuhan spora berpembuluh."

Advertisement

Istimewa

Penelusuran

Mengutip dari laporan hoaks situs Kominfo, pakis mengandung vitamin A dan C serta kalium, fosfor, magnesium, kalsium dan protein. Protein pada pakis 4,5 kali lebih banyak dibandingkan dengan sayuran hijau yang lain. Pakis memberikan keuntungan bagi vegetarian yang membutuhkan sumber protein dan zat besi yang besar.

Advertisement

Aman tidaknya pakis sebagai bahan makanan tergantung darimana pakis berasal. Dikutip dari detik.com, sebenarnya ada dua jenis pakis biasanya dijual di pasar, yaitu pakis burung unta dan pakis cakar elang. Pakis jenis burung unta biasanya ditemukan di wilayah dunia bagian barat. Bentuknya seperti biola, berwarna hijau terang dan di tengahnya terdapat sedikit daun keriting. Aman dikonsumsi.

Penelitian menunjukkan bahwa tanaman pakis cakar elang telah terbukti mengandung ptaquiloside dalam konsentrasi yang signifikan. Sebuah studi yang diterbitkan di British Journal of Cancer menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara konsumsi pakis dengan pengembangan kandung kemih dan kanker usus pada sapi.

Dan beberapa tahun sebelumnya, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan Jepang yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, ptaquiloside dapat mengembangkan risiko tumor pada sampel tikus.

Meskipun penelitian tersebut tidak menunjukkan hubungan langsung antara konsumsi pakis dengan perkembangan kanker pada manusia, penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan menyarankan bahwa makan pakis bisa meningkatkan risiko terkena kanker kerongkongan dan kanker pencernaan.

Tapi, ptaquiloside pada pakis ternyata larut dalam air. Jadi kemungkinan besar, jika pakis direndam dalam air es sebelum dimasak, kandungan ptaquiloside akan berkurang.

Konsumsi terhadap pakis jenis burung unta yang mentah atau setengah matang dapat menyebabkan berbagai masalah perut dalam waktu 12 jam, termasuk mual, muntah, dan kram.

Sebuah studi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah menangani dua kasus keracunan makanan akibat konsumsi pakis burung unta di berbagai restoran di New York dan Kanada.

Jadi tidak peduli pakis jenis apa yang akan Anda konsumsi, terlebih dahulu cuci, rendam, dan masaklah pakis dengan matang. Atau Anda dapat merebus pakis selama 10 menit dan kemudian menumis atau mengukusnya.

yang diduga memicu kanker adalah pakis pakis cakar elang yang mengandung ptaquiloside. Tapi, ptaquiloside pada pakis ternyata bisa larut dalam air. Jadi kemungkinan besar, jika pakis direndam dalam air es sebelum dimasak, kandungan ptaquiloside akan berkurang.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan pakis cakar elang mengandung ptaquiloside, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan Jepang ptaquiloside dapat mengembangkan risiko tumor pada sampel tikus.

Meskin demikian, penelitian tersebut tidak menunjukkan hubungan langsung antara konsumsi pakis dengan perkembangan kanker pada manusia. Sebab ptaquiloside pada pakis ternyata bisa larut dalam air. Jadi kemungkinan besar, jika pakis direndam dalam air es sebelum dimasak, kandungan ptaquiloside akan berkurang.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1918579/pakis-yang-aman-dan-yang-memicu-kanker

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.