Manchester City Sudah Siapkan Dua Kandidat untuk Menggantikan Pep Guardiola, Siapa Saja?
Kepastian mengenai masa depan Pep Guardiola di Manchester City masih belum jelas.
Masa depan Pep Guardiola di Manchester City masih dalam ketidakpastian. Meskipun ia baru saja menandatangani kontrak baru yang berlaku hingga tahun 2027, Guardiola dikabarkan belum menentukan apakah akan menyelesaikan kontraknya atau memilih untuk pergi lebih awal.
Dalam situasi yang tidak menentu ini, Manchester City dilaporkan mulai mempersiapkan dua kandidat yang berpotensi menjadi pengganti Guardiola di Etihad Stadium.
Menurut laporan dari iPaper, City telah melakukan pendekatan awal kepada Enzo Maresca. Mantan asisten Guardiola ini dianggap sebagai pilihan jangka pendek jika pelatih asal Spanyol tersebut memutuskan untuk hengkang pada musim panas mendatang.
Maresca pernah menjadi bagian penting dari staf kepelatihan City sebelum menerima tawaran untuk melatih Leicester City pada tahun 2023. Namun, kariernya di Chelsea harus berakhir lebih cepat setelah dipecat pada Januari lalu. Kedekatan Maresca dengan filosofi permainan Guardiola membuat manajemen City menilai bahwa ia adalah sosok yang mampu mempertahankan identitas permainan klub.
Vincent Kompany Jadi Opsi Realistis
Selain Maresca, nama lain yang menjadi perhatian adalah Vincent Kompany, seorang legenda klub. Menurut sumber internal klub, kembalinya Kompany ke Manchester City sebagai pelatih di masa depan dianggap "tak terelakkan".
Kompany dikenal sebagai salah satu kapten paling sukses dalam sejarah City selama masa aktifnya sebagai pemain. Setelah pensiun, pria asal Belgia ini berhasil membangun reputasi sebagai pelatih muda yang menjanjikan.
Saat ini, Kompany sedang menangani Bayern Munich dan dianggap sebagai salah satu manajer terbaik dari generasi baru. Meskipun timnya baru saja mengalami kekalahan dramatis dari Paris Saint-Germain di semifinal Liga Champions dengan agregat tipis 6-5, prestasinya tetap mengesankan.
Masih Menikmati Latih City
Guardiola telah menghabiskan hampir satu dekade di Etihad dan saat ini tengah mengejar gelar Liga Inggris ketujuh.
Meskipun ia masih terikat kontrak selama satu tahun lagi, klub dikabarkan mulai merancang rencana jika pelatih asal Spanyol itu memutuskan untuk meninggalkan tim. Nama Enzo Maresca kini muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikan posisi Guardiola. Di tengah situasi yang berkembang, fokus Guardiola tetap tertuju pada persaingan musim ini.
Manchester City akan bertandang ke markas Everton di Hill Dickinson Stadium dengan tujuan untuk memangkas selisih enam poin dari Arsenal, yang sudah memainkan dua pertandingan lebih banyak. "
Saya tidak mungkin bertahan 10 tahun, bahkan dengan banyak gelar, tanpa lingkungan yang luar biasa," ungkap Guardiola.
"Saat ini saya merasa... saya tidak tahu, bukan sekadar bahagia, tetapi saya masih punya energi yang sangat besar. Saya masih sangat menikmati datang bekerja, bahkan di hari libur," tambahnya.
Ciptakan Budaya Klub
Selama berada di Manchester City, pelatih asal Spanyol, Pep Guardiola, telah berhasil menciptakan budaya klub yang kuat. Tugas ini akan menjadi tantangan besar bagi penerusnya.
"Saya senang ketika Gundo (Ilkay Gundogan) kembali dari Barcelona dan berkata, 'Manchester City itu level tertinggi.' Ketika hal seperti itu terjadi, berarti kami berada di jalur yang benar," ucap Guardiola.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa para pemain menyadari kualitas tim dan ambisi yang dimiliki klub.
"Itulah mengapa kami konsisten berada di Liga Champions selama 12, 13, 14 tahun terakhir. Kami selalu bersaing memperebutkan gelar karena ada konsistensi, dalam taktik, sistem, pemain, dan pelatih. Ini seperti sebuah 'gelembung' yang membuat semua orang merasa nyaman."
Hal ini menegaskan pentingnya stabilitas dalam tim untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Dengan fondasi yang telah dibangun oleh Guardiola, penerusnya akan memiliki tantangan untuk mempertahankan prestasi tersebut.